24 Hours [3/5]

24hourskyu

KYU

Jumat, sore.

Teringat akan dokumen penting yang diambilkan Eunhee itu tertinggal, aku memutuskan memutar balik. Dan, betapa terkejutnya aku saat tidak menemukan Eunhee di rumah. Kucoba untuk mengecek seluruh ruangan yang ada di rumah kami, berharap Eunhee ada di salah satu tempat tersebut. Namun, hingga aku mengelilingi seluruh sudut rumah hingga dua kali, sosok Eunhee tak kunjung terlihat. Mendadak, perasaan takut dan khawatir itu membuncah di dadaku.

Dengan tangan bergetar kuraih ponsel yang berada di dalam saku celanaku. Kucoba untuk menghubungi ponselnya. Ada jeda beberapa detik sebelum nada dering yang khas itu terdengar dari arah ruang keluarga. Buru-buru aku berjalan ke sana. Tapi, yang kudapati hanya ponsel Eunhee; tergeletak di atas meja dengan layar yang berkedip-kedip menampilkan namaku.

Eunhee tidak pernah meninggalkan ponselnya seperti ini sekalipun ia dalam keadaan tergesa-gesa. Alasan ini cukup bagiku berpikir bahwa ada orang yang mengendap-endap masuk ke dalam rumah dan menculik Eunhee. Kuperhatikan setiap pintu yang ada di lantai satu ini, mencari kemungkinan tersebut. Tapi, tidak ada tanda-tanda orang jahat; semua pintu tertutup rapat dalam keadaan terkunci. Jadi, kemungkinannya hanya satu, yaitu Eunhee sendiri yang memutuskan untuk pergi.

Tapi, kenapa?

Pertanyaan itu melintas di kepalaku, berikut dengan kebingungan yang mulai menerjang. Aku mulai memutar balik kejadian 24 jam ke belakang, mencari tahu kalau-kalau aku ada berbuat kesalahan yang menyakiti hatinya. Hingga kemudian, bayangan kedatangan Nenek Shin muncul di kepalaku. Dan, sebuah kesimpulan menyentakku begitu hebatnya; Eunhee mendengar percakapanku dengan Nenek Shin.

Aku kelabakan. Pekerjaan di kantor tak lagi kupikirkan. Bibi Nam, asisten rumah tangga kami, yang baru datang terkejut melihatku berlari menuju mobil seperti orang kesetanan. Aku mengabaikan teriakan Bibi Nam yang memintaku untuk berhati-hati dan malah melajukan mobilku gila-gilaan. Dalam perjalananku yang tanpa tujuan itu, kuhubungi beberapa teman dekat dan teman kantor Eunhee, mencari keberadaannya di sana. Sengaja aku tidak bertanya pada keluarga Eunhee, takut masalah ini membuat mereka khawatir. Kondisi Eunhee sudah agak mengkhawatirkan setahun belakangan dan aku tidak ingin insiden menghilangnya Eunhee ini membuat mereka semakin kepikiran.

Aku memutuskan berputar-putar, mencari keberadaan Eunhee di tempat-tempat yang sering ia datangi. Dimulai dari supermarket biasa Eunhee belanja kebutuhan rumah tangga kami sehari-hari, pasar tradisional yang menjadi tempat Eunhee membeli bahan-bahan dapur, hingga ke perpustakaan kota. Bahkan aku juga menyempatkan diri untuk mencarinya di taman yang ada di sekitar sini, di berbagai kafe dan restoran, serta di pusat perbelanjaan. Tapi, hingga hari berganti sore, Eunhee belum juga kutemukan.

Saat teman dekat Eunhee yang terakhir menjawab pertanyaanku melalui pesan singkat―teman Eunhee itu tidak mengangkat teleponku tadi―dengan jawaban yang sama seperti beberapa orang sebelumnya, aku lemas seketika. Tahu bahwa aku akan semakin membahayakan keselamatan banyak orang dengan kondisi seperti ini, kuputuskan untuk meminggirkan mobil sejenak. Kupeluk setir dengan kedua lenganku sementara dahiku menempel di sana, lalu dengan mata terpejam rapat, aku menarik napas dalam-dalam; menenangkan diri.

Berulangkali kuberi sugesti pada diriku bahwa Eunhee baik-baik saja dan tidak akan meninggalkanku, namun berulangkali pula aku gagal dan membuat perasaan takut itu semakin menjadi-jadi. Jika benar Eunhee pergi karena mendengar obrolanku dengan Nenek Shin, kemungkinan besar Eunhee tidak akan mau kembali lagi. Kemungkinan besar, Eunhee akan benar-benar meninggalkanku sendiri.

Aku tidak mau. Aku tidak sanggup.

Kumohon Song Eunhee, kembalillah.

TBC

Dasar Eunhee, kerjanya bikin khawatir Kyu aja. Tolong dinasehati dong, Eunhee-nya.

Jawaban Kyu atas permintaan Nenek Shin akan dibahas di bagian terakhir. Dan, yang menunggu munculnya dialog, ada di bagian empat dan bagian lima. Harap bersabar!

P.S. Tolong beritahu saya jika ada typo(s). And, if you guys like this story, don’t forget to leave comment, like, and share. Thank you!^^

Advertisements

35 comments

  1. Always loooooveeeee ❤❤❤ ngihihi. Oke ini mah harus bersabar ekstra karena emang:
    1. Lebih pendek dr yg kemaren
    2. No dialog
    3. Eunhee pergi kemanaaaaa???

    Serius, penarasan bangeeet 😣😣

    1. 1. Iyaaa ini emang lebih pendek. Yang kemarin ada sampe 700an words, yang ini cuma 500an gitu ehehehe.
      2. WKWKWK abis Eunhee-nya gaada, Kyu mau dialog sama siapa:(
      3. Ke mana yaaaaa hihihi

      Waaah terimakasihhhh💛💛💛

  2. gini nihhh klo nenek nenek ngerepotin jd kya gini,ya klo di pojokin terus ga bakalan jadi kemauan nya yg ada orang nya setress kepanjangan,,, istri mana yg ga mau hamil n punya anak tp klo blm bisa mau gimana lg

  3. WA-DAW. Kyu kalang kabut gitu Eun-Hee ilang. Keliatan bgt dia nggak mau kehilangan istrinya. Jadi envy *plak*
    Okelah, ditunggu next chapter-nya ya Kak Ghina. Penasaran sama kelanjutannya. Fighting!

    Ohya, selama aku baca cerita ini, aku nggak nemu kata2 yang typo kok *atau mungkin mataku aja yang kurang jeli* tapi kayaknya sih beneran aku blm liat ada kata2 yang typo *apasih*

    1. Nikah dong kalo gitu Fira. Tapi nikahnya sama cowok yang bener-bener cinta dan setia sama kamu kayak Kyu di sini hahaha. Iyaaa terima kasihhh💪🏻 Wuihhh bagus deh kalo gaada typos. Makasih ya Firaaaa

  4. Kira” kmana eunhee nya kasian kyu nyari”,smoga ketemu lg deh tp klau saya jg psti akan pergi nenengin stlh dgr omongan nya nenek shin

    1. Wah kalo masalah ninggalin/nggak, aku serahin keputusan ke Eunhee aja deh WKWKWK. Eh, kalimat terakhir aku amin-in deh. Biar HyunHee senang, readers juga senanggg. Iyaaa ditunggu yaaa, makasiiiih

  5. Hmmm sebenarnya kyu khawatir karna apa?kalo khawatir karna eunhee denger kan kalo kyu jawabnya ga sesuai harapan masih bisa jelasin dan masih ada harapan untuk eunhee kembali?apa kyu nge iya in maunya nenek shin? Jahad donggg😂

    1. Itu lebih ke perasaan khawatir karena si istri harus mendengar ucapan kasar Nenek Shin berikut dengan permintaan dan hinaannya yang jahat. Itukan sangat amat melukai si istri. Gitusih sebenernya.

    1. Eunhee emang ga denger sampe abis. Ada dijelasin di chapter sebelumnya. Dan, jawaban Kyu juga ga aneh-aneh kok. Paling cuma… TUNGGU DI CHAPTER SELANJUTNYAAA!

  6. Ini oerasaan aku aja apa gimana ya. …kok lebih pemdek dari kmren.. .
    Kebawa eunhee pergi apa?
    Ahhhh pokoknya jngan sad end

  7. Untung si kyu cpt ngeh..

    Song eunhee, lari g akan menyelesaikan masalah, but take ur time, think again, and come back with solution

    Lg an klo kyu cinta ny sama km, bodo amat sama org lain..hehheheh

  8. Duh eunhee mu prgi kmn jngn jauh2 eunhee nnti ksian kyunya ya ampun mslh yng d hdpi eunhee brat ya

  9. untung kyuhyunnya cinta bener ya sama eunhee. i mean kalo dia goyah mah udah diiyain itu permintaan si nenek, yakannnn hahajaj tp kayanya ini enggak deh gils setia yeee kyu

  10. Ini lebih pendek dari yang sebelum sebelumnya yaa tapi ini part yang paling aku suka dimana kyuhyun kelabakan takut ditinggalin Eunhee… Greget greget gimana gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s