24 Hours [2/5]

EUN

Jumat, siang.

Tidak ada yang menyangka kalau Nenek Shin akan datang berkunjung sepagi itu; termasuk pula Kyuhyun yang menyambut kedatangan neneknya tersebut dengan raut wajah kaget.

Tadi pagi, tepat ketika aku hendak mengantar Kyuhyun ke depan pintu utama, Kyuhyun tiba-tiba teringat akan dokumen penting yang tertinggal di ruang kerjanya. Posisi kami saat itu masih di ruang keluarga, tidak terlalu jauh dari tangga menuju kamar di lantai dua. Aku menawarkan diri untuk mengambilnya dan meminta Kyuhyun menunggu di bawah.

Setelah mendapatkan apa yang kucari, aku melangkah menuruni tangga. Akan tetapi, suara Nenek Shin yang terdengar samar-samar dari ruang tamu membuatku terkesiap. Dengan langkah pelan, aku mencoba mendekat; hendak mendengarkan obrolan mereka dengan lebih jelas. Nahasnya, justru kalimat menyakitkan yang pertama kali kudengar.

Mendadak, semua terasa hampa dan aku merasakan pipiku basah. Kuputuskan untuk menjauh, pergi dari sana; menolak mendengar jawaban Kyuhyun, takut kalau-kalau kalimat persetujuan yang Kyuhyun lontarkan. Kuletakkan dokumen Kyuhyun di atas meja makan, menyambar kunci mobil, lalu keluar rumah melalui pintu belakang. Aku perlu menyendiri.

Dan, di sinilah aku sekarang; sebuah taman yang lumayan jauh dari rumahku. Kusandarkan punggungku pada sandaran kursi sembari mencoba menenangkan diri dengan cara menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya secara perlahan. Sedikit berhasil; perasaanku agak membaik.

Ditemani hiruk pikuk suasana taman di siang hari, aku merenungi semua hal yang terjadi dalam hidupku. Kami sudah menikah selama lima tahun dan aku belum juga memberi Kyuhyun anak. Di tahun pertama, aku masih bisa menerimanya dengan banyak bersabar dan berusaha. Hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa kami berdua dalam keadaan sehat membuatku percaya diri. Namun, setelah empat tahun terlewat, kepercayaan diriku mulai menghilang. Mendadak, aku merasa gagal menjadi seorang istri.

โ€œMau sampai kapan kau menunggu? Ini sudah tahun kelima, Kyu. Kau perlu penerus. Aku tidak mau keturunan kita terhenti sampai di sini hanya karena keegoisanmu mempertahankan seorang istri yang tidak bisa memberimu anak. Lagi pula, apa susahnya menghamili Soeun? Kau hanya perlu memberikan spermamu, terserah bagaimana caranya. Dan, aku yakin istri kesayanganmu itu tidak akan protes. Karena ini kesalahannya.โ€

Kalimat yang dilontarkan Nenek Shin dengan nada ketus itu kembali terngiang-ngiang di telingaku seperti sebuah gema yang tak mau diusir pergi. Kupejamkan kedua mataku, menghalau air mata yang mendesak keluar. Dadaku terasa luar biasa sesak dan aku ingin sekali berteriak.

Hatiku terasa sakit mendengar ucapan Nenek Shin. Bukan karena kata-kata hinaannya padaku, melainkan karena permintaan yang beliau lontarkan seakan-akan posisiku sebagai istri Kyuhyun adalah semu; seakan-akan, aku tidak ada. Tapi, aku tahu Nenek Shin benar. Aku tidak bisa mengelak. Nenek Shin berhasil menamparku dengan fakta yang berusaha aku abaikan.

Anak, hal yang paling esensial dalam sebuah pernikahan. Dan, aku tidak bisa memberikan itu. Kyuhyun mungkin terlihat tidak ambil pusing dan selalu menghiburku dengan kata-katanya tiap kali satu garis itu terpampang pada testpack yang kugunakan; mengatakan bahwa ia tidak akan menyerah dan tetap berjuang bersama-sama denganku. Tapi, aku tahu, jauh di dalam lubuk hatinya, Kyuhyun merasa kecewa. Aku tahu, Kyuhyun begitu menginginkan seorang anak.

Lima tahun sudah kami menunggu. Jelas itu bukan waktu yang sebentar untuk sesuatu yang tak pasti. Kyuhyun sudah bersabar selama ini, memberikan cinta dan kasih sayang yang tidak berkurang kadarnya sekalipun kesalahan terletak padaku; pada rahimku yang entah kenapa tak kunjung bisa dibuahi. Kyuhyun sudah memberikan segalanya padaku agar aku tetap tegar. Dan, aku hanya menerimanya tanpa memberikan sebuah timbal balik yang setimpal.

Bisa saja aku meminta Kyuhyun menerima permintaan Nenek Shin. Dengan begitu, Kyuhyun mungkin dapat memiliki seorang penerus. Tapi, apa aku rela? Apa aku sanggup melihat Kyuhyun menghamili wanita lain dan hidup bahagia bersamanya?

Apa yang harus kulakukan?

TBC

Conflict is out! Gimana, guys? Sudah hilang atau malah makin penasaran? Hihihi.

Cerita ini memang pendek dan didominasi oleh narasi. Jadi, tolong jangan komentari dua hal itu, ya. And, good news for you all my dearest readers, 24 Hours akan di update setiap seminggu sekali di hari dan jam yang sama yaitu hari Senin jam 10 AM (pagi). Semoga kalian semua bisa terhibur.

P.S. Tolong beritahu saya jika ada typo(s). And, if you guys like this story, donโ€™t forget to leave comment, like, and share. Thank you!^^

Advertisements

37 comments

  1. Jadi ini yg bikin eunhee depresi ๐Ÿ™„bgt,kejam nya nenek shin itu kata2 paling kejam dr perempuan kepada perempuan๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
    Eunhee harusnya denger dlu jawaban kyu jgn gitu,siapatau aja kyu tetap setia*bepositif*๐Ÿ˜
    Sedih ya mungkin emang blm waktunya mungkin tapi kan ga menutup kemungkinan buat punya anak kok๐Ÿ˜ถ

    1. Hffth Nenek Shin mah gitu, omongan ga disaring dulu. Eunhee udah keburu prasangka buruk gimana dong:(

      Eunheeee ini ada yang ngehibur, jangan sedih lagiiiii hihihi makasih yaaa.

  2. Gt letak masalahnya ,tp kok eunhee lngsung pergi gt aja,harusnya ndengerin dl jawaban kyuhyun nya,biar nggak salah paham

  3. konflik yang kayak gini yang bikin nyesek ๐Ÿ˜ฅ
    semoga kyu ga sampe goyah buat bener” ngasih spermanya ke eunso ๐Ÿ˜ฆ haha. kasian dong eunheee ๐Ÿ˜ฅ

  4. Apa sebenarny jwban kyuhyun ya,..tp knp selalu perempuan yg di salahkn klo blm ada ank,.
    Sp jg yg mau suaminy menghamili perempuan lain,dasar si nenek shin g pny perasaan

    1. Kyu jawab, “…..” di part selanjutnyaaa๐Ÿ˜‚

      Karena logika kebanyakan orang; anak dikandung di rahim, wanita yang punya rahim, jadi kalo gapunya anak ya salah si wanita. Padahal bisa jadi masalah justru terletak di pasangannya yang ga mampu membuahi, entah itu karena gangguan biologis/psikologis. Hal-hal yang sudah menjadi “kesimpulan salah” kayak gini yang harusnya bisa kita ubah, ya.

      Gaboleh jahatin orangtua nanti kualat WKWKWK eh tapi ga berlaku sih untuk Nenek Shin hihihi

  5. nenek shin ga punya perasaan ya ๐Ÿ˜ฆ gmana klo cucu perempuan nya yg ngalamin,gmna mau cepet” punya anak klo di teken trs gt yg ada setressss kesel deh sm orang” kaya nenek shin kaya bkan perempuan aja ;(

  6. Wajar ya klw depresi

    Udh kecewa ama diri sendiri
    Tertekan pula krn lingkungan n nenek shin

    Mana ga ad temen curhat

  7. Uuugghh… kalo gini mah malah makin penasaran ran ran ran!!! Aaah anak adalah hal yg paling esensial dalam pernikahan. Yap! Bener banget >< dimana-mana pasti istri lah yg paling merasa bersalah, gak mampu, gak berguna kalo keturunan belum ada juga. Apalagi itu lima tahun. Huuuuhh…

  8. Jawaban kyuhyun di minggu dpan menentukan kesetian dia..
    Lah klo emang hanya penerus masalahnya kan bisa bayi tabung ato ga usah se extrim itu nyuruh suami orang buat nghamilin wanita lain… .
    Ya awal nya cna minta di hamilin,, tar klo udah lahir suruh nikahin dg alasan dia ibu dari anaknya.. .dia berhak.. ..jiahhh ini nenek nenek.
    Moga deh ya kyu berpendirian tinggi… Klo ga tak sumpahin 7keturunan

    1. Wuiiiih jadi panjang ya urusannya. Mungkin karena udah tua dan ngebet banget punya cucu jadi Nenek Shin cuma mikir enaknya doang gamau mikir efek jangka panjangnya HAHAHA. Ya Allah, serem banget ini sampe disumpahin segala XD

  9. Oh yes, my feeling tepat sekali.

    Sabar ya eunhee, jgn dengar nenek shin, yg penting usaha terus. Mamaku 10th baru punya anak pertama, aku 4th baru hamil, yg penting positif thinking eunhee

    1. Ah, feeling seorang wanita yang udah berumah tangga plus seorang ibu emang selalu tepat gitu ya๐Ÿ˜‚ Eunheeeee denger tuuuuhhhh. Tapi mbak, salut dengan perjuangan dan kesabaran mbak dan ibu mbak:”)

      1. Hehehhe, aku mah santai aja di tanyain sono sini,, soalny aku ngajar jg kan, hbs semedi di semeru baru berhasil ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

        Bnyk perempuan yg krn dengar omongan org sih jd depresi.

        Aihhbahasaku ya allah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      2. Jangan-jangan Eunhee harus ke Indonesia juga nih, semedi di Semeru biar bisa dapet debay๐Ÿ˜‚ Iya bener tuh. Lidah manusia tajem-tajem sih, jadinya gitu deh.

  10. Aaahh, jadi masalahnya ituuu.
    Eh tapi aku salut bgt deh sama Kyu di sini. Kasih sayang dia ke Eun-Hee nggak berkurang sedikit pun meski keadaan Eun-Hee kayak begitu. Yah, yang sabar aja deh yaaaa. Semua akan indah pada waktunya kok. Aku doain semoga Eun-Hee bisa cepet2 hamil๐Ÿค—

  11. Oh gt crtanya ksian bngt eunhee lgian nnek shin kjm amt,emngnya gmpng ap bkin anak duh sbr ya eunhee

  12. seru nih kalo kyuhyun setuju hahaha jahat bgt sih beneran gimanapun harus tetep menghargai eu hee sebagai istrinya huftttt gitu dah peneras penerus sebel wkwk lah jd sewot sendiri. lanjuuuuuttt

  13. oooh jadi ini yang bikin EunHee ngelamun terus aduh sinenek kejam banget nek… Dikira gampang kali bikin anak.. Jangan kyuhyun nggak boleh setuju sama sinenek kejam ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ญ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s