24 Hours [1/5]

KYU

Jumat, pagi.

Aku sudah belasan menit berdiri di sini, sengaja berlama-lama mengancingkan kemejaku agar dapat memerhatikan Eunhee yang tengah melakukan skincare routine-nya beberapa meter di belakangku. Tangan lentik Eunhee memang bergerak mengolesi pelembab di wajahnya, tapi mata hazel-nya yang menatap lurus ke cermin rias dengan tatapan kosong membuatku sadar bahwa Eunhee sedang melamun. Ada pancaran kesedihan di sana yang begitu jelas terlihat meskipun aku berada di jarak yang lumayan jauh. Seketika, aku tahu apa yang mengganggu pikiran Eunhee.

Segera kuselesaikan kegiatan berpakaianku lalu meraih dasi yang kuambil secara acak dari gantungan dalam lemari. Aku berbalik, menghampiri Eunhee. Lantas kuberi satu kecupan singkat di pipi Eunhee. Tubuh Eunhee tersentak kaget sebagai balasan. Eunhee melirikku dan kami bertatapan melalui cermin selama beberapa detik sebelum ia memberikan satu senyuman lembut. Eunhee menjadi seribu kali lebih cantik.

Tidak perlu waktu lama untuk Eunhee menyelesaikan seluruh tahap perawatan wajahnya. Beberapa menit berselang, Eunhee sudah menuntunku menuju tempat dimana ia bisa membantuku, yaitu pinggiran ranjang.

Meskipun tidak bisa dikategorikan pendek, tapi Eunhee memang tidak begitu tinggi. Terbukti dari ketidakmampuan Eunhee menyejajariku bahkan untuk sekadar memasangkan dasi. Eunhee butuh pinggiran ranjang sebagai pijakan tambahan agar tidak melelahkan kakinya yang mungil itu berjinjit terus-menerus, sekaligus membebaskanku dari kemungkinan pegal di daerah tengkuk akibat terlalu lama menunduk. Sungguh sosok istri yang menggemaskan.

Pertama-tama, Eunhee akan mengambil alih dasi dari genggamanku. Lalu, dengan berpegangan pada lenganku, satu per satu kakinya menaiki pinggiran ranjang; sedang aku mengawasi di depannya. Setelah posisinya pas, Eunhee akan tersenyum padaku dan mulai memasangkan dasi. Diselingi dengan godaan-godaan kecil―yang kulontarkan―dan tawa renyah Eunhee yang sesekali terdengar, kegiatan yang sebenarnya biasa itu menjadi begitu menyenangkan.

Tapi itu dulu, sebelum suatu hal mengubah segalanya sejak setahun lalu.

Tidak ada lagi tawa renyah dan godaan kecil, semua itu menghilang sudah. Yang tersisa hanya sosok kaku Eunhee yang melakukannya dengan pikiran menerawang ke mana-mana. Mungkin Eunhee tidak sadar, tapi aku tahu ia selalu berusaha terlihat biasa-biasa saja seolah tak pernah terjadi apa-apa. Eunhee berusaha terlihat kuat.

“Hai,” panggilku lirih sembari menangkup salah satu pipinya.

Eunhee mendongak; berkedip beberapa kali, mungkin tersentak. Matanya menyiratkan tanya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku berusaha menggali.

Hanya sepersekian detik Eunhee sudah menjawab dengan satu gelengan singkat, berikut dengan senyum kecil di bibirnya; seolah ingin meyakinku bahwa memang tidak ada apa-apa.

Eunhee memberikan satu simpulan terakhir sebelum menyudahi semuanya. Lantas Eunhee turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu, hendak keluar. Namun, sebelum Eunhee sempat menyentuh gagang, aku segera menyusul dan meraih jemarinya; menggenggamnya erat-erat. Kuberikan senyum lembut sebagai jawaban atas raut bingung di wajah cantik Eunhee. Lalu, dengan tangan yang saling bertautan, kami menuruni tangga.

Sesampainya di bawah, Eunhee langsung membawaku ke ruang makan. Sudah ada menu sarapan sederhana buatan Eunhee di sana yang membuat perutku berbunyi. Segera aku mengambil tempat duduk lalu menyicipi. Kami menikmatinya dalam diam.

Sesekali aku melirik Eunhee dan merasa sedih melihatnya kembali melamun. Lalu aku bersuara, mencoba mengusir apapun yang mengacaukan pikiran Eunhee. Mula-mula menggodanya dengan mengatakan bahwa masakannya sedikit asin, lalu berlanjut pada obrolan ringan lainnya.

Eunhee meresponku walaupun hanya sesekali. Tapi itu cukup. Setidaknya aku tahu bahwa Eunhee sudah sedikit teralihkan dari berbagai pikiran yang mengganggunya.

“Aku pergi dulu,” kataku lalu mengecup keningnya lama.

Sungguh, aku tidak ingin meninggalkan Eunhee di rumah. Hal-hal negatif yang bersarang di kepalanya dapat memperparah kondisinya yang sedang tidak fit; Eunhee mengeluh tidak enak badan selama beberapa hari ke belakang. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada Eunhee.

Kusudahi kecupan itu lalu sedikit menunduk untuk menatapnya tepat di kedua bola matanya.

“Kau benar-benar tidak ingin menemaniku di kantor? Aku janji tidak akan lama.”

Eunhee menggeleng kecil. “Aku ingin istirahat, Kyu.”

Desahan napas kerasku terdengar tanpa bisa kucegah. Kuraih Eunhee ke dalam pelukanku lalu membauinya. Aku tidak tahu kenapa, tapi perasaanku tidak enak; seolah-olah ini adalah kali terakhir kami akan bertemu. Aku… takut.

“Kau bisa telat,” tegur Eunhee halus setelah membalas pelukanku selama beberapa saat.

Dengan berat hati, kulepaskan dekapanku di tubuhnya. Kutatap ia lamat-lamat, mengingat wajah wanita yang kucintai baik-baik, sembari mencoba menghapus pikiran buruk yang mendadak meracuni pikiranku. Dan, sepertinya Eunhee menyadari keresahaanku. Eunhee berjinjit dan menghadiahi kecupan di pipiku.

“Aku akan menunggumu,” ujarnya ketika itu, membuatku sedikit tenang.

Tapi, ternyata Eunhee tidak memegang kata-katanya. Dia… menghilang.

TBC

Saya balik bawa cerita baru gpp, ya. Soalnya cerita ini yang udah selesai ditulis sampai tamat. Konfliknya sederhana dan satu section ga nyampe seribu kata so sejenis ficlet bersambung gitu (suka-sukanya doang) hehehe. Jadi, jangan ada yang protes soal length cerita yang pendek banget, ya.

P.S. Saya usahakan cerita ini update setiap dua minggu sekali. Terus tolong kasih tau saya kalo ada typo(s). Dan, jangan lupa like, komen, dan share cerita ini kalo kalian suka. Terima kasih!^^

Advertisements

38 comments

  1. aku blm bisa nangkep isi cerita nya,tp bikin aku penasaran di tunggu next part n klo boeh tanya itu ff A million tears di lanjut ga ya? itu jg bikin aku penasaran terima kasih 🙂

    1. WKWKWK sori kalo gajelas gini😂 dilanjut kokkk, cuma karena itu butuh mood yang juga lagi sedih biar dapet feelnya makanya aku belum mau lanjut nulis itu lagi hehehe. Harap bersabaaarrr. Terima kasih kembaliiii😊

  2. Ada apa
    Perselingkuhan kyu
    Atau keguguran

    Kok semacam sakit banget tp gak bs diungkapin atau rasa kwcewa mendalam atau jstru penyesalan lama

    Penasaran bnget sumpah

  3. eunhee kenapa? apa dia keguguran dan sikapnya jadi kayak gitu.
    ohhhh penasaran banget, ditunggu lanjutannya kak.
    ditunggu juga lanjutan ff berchapternya 😀

  4. Hai! Hai! Hai!
    Ini seruuuu… walau gak sampe seribu kata, tapi entah kenapa kayak panjang bacanya. Hihi. Mungkin karena part ini lebih banyak narasinya kali yaa… tapi tetep suka. Kirain, setelah Kyuhyun bilang itu dulu, yg dalam pikiran aku udah luamaaaa banget, si Eunhee nya itu buta. Karena tatapan matanya kosong. Ternyata tidaak.. 😣😣😣 penasaran sumpah ih sama lanjutannya~~~

    1. Halooo. Iyanih, aku emang lebih suka nulis banyak narasi gitu biar lebih menjelaskan perasaan sang tokoh wkwkwk. Nggaklaaah, nggak buta Eunhee-nya mah😔 ditunggu ajaa yaaa makasiiiih

  5. yaampun aku kira buta eunhee nya. sakit parahkah? kok kayaknya eun hee putus asa gitu,. pake ngilang lagi 😥😥

  6. Ga tau napa ya.. .liat judul dan baca di awal buat nyesek.. ..
    Ga tau napa.. ..
    Kaya baca ctita tentang peraelingkuhan,, ,ato pemghianatan model lain… .
    Tapi suskur klo udah ada jaeaban klo konflik di sini ringan.. ..mog aja ga ada kata perselingkuhan ya.. .heheh

  7. Waahh, kira2 apa ya yang bikin Eun-Hee jadi kayak gitu? Apa karena dulu mereka sempat punya anak trus anaknya meninggal? Atau Eun-Hee hamil terus keguguran?
    Kepo deh sama cerita ini. Aku baca next-nya aja deh😁

  8. duh gemes tadinya mau baca setelah semua kelar taunya ga kuat mau baca juga hahah td sekilas udah baca part 4 jd aja makin penasaran yaudah deh baca dari awal hahahaha mau baca aja ribet bgt yakkk. btw duhhhh kenapaaaaa ini mereka kenapa eunhee ilang huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s