A Million Tears – Prolog

Kyuhyunbyghina

PROLOG

Kyuhyun baru saja sampai di kantor ketika Daniel Cho, anak lelakinya yang berumur tujuh tahun, menelepon menggunakan nomor tak dikenal dan dengan tangis keras mengatakan bahwa Eunhee sedang dibawa ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan. Seperti kesetanan, Kyuhyun menyambar kunci mobilnya dan mengendarai dengan gila-gilaan; benar-benar mengabaikan keselamatan jiwanya karena yang ada di pikirannya sekarang hanya keadaan Eunhee dan kandungan istrinya itu yang berusia 36 minggu.

Kyuhyun sampai di rumah sakit terlebih dahulu, memaksanya menunggu dengan perasaan yang luar biasa cemas. Kyuhyun tidak bisa diam; mondar-mandir di depan pintu masuk rumah sakit sembari meremas jari-jemarinya. Tak lama kemudian, sebuah mobil ambulans datang. Kyuhyun segera mendekat dan langsung memeluk Daniel yang berlari ke arahnya. Tubuh anaknya itu gemetaran dan wajahnya basah oleh air mata.

Ketika Eunhee diturunkan dari ambulans, Kyuhyun merasakan napasnya terkecat. Istrinya itu di sana; terbaring lemah di atas brankar dengan tubuh penuh luka. Dengan wajah pias, Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Daniel dan menghampiri Eunhee, membiarkan Daniel mengekor di belakangnya sembari berpegangan pada ujung kemejanya.

Kyuhyun menggenggam erat salah satu tangan Eunhee yang berdarah-darah untuk kemudian dikecup dan didekapnya di dada, sementara matanya menelusuri Eunhee dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lalu satu tetes air mata jatuh membasahi pipi Kyuhyun, manifestasi dari rasa sakit di hatinya mendapati betapa mengenaskannya keadaan istri tercintanya itu.

“Sayang, Eunhee Sayang. Bertahanlah. Aku mencintaimu. Kumohon bertahanlah.”

Kyuhyun tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata itu selama perjalanan mereka menuju ruang operasi, yang terletak di ujung lorong, sambil sesekali mengelus dan mengecup kening Eunhee yang berdarah. Pakaian dan wajahnya sudah dikotori oleh darah Eunhee, tapi Kyuhyun sama sekali tidak ambil pusing. Kyuhyun harus terus menguatkan Eunhee.

“Maaf, sebaiknya Tuan menunggu di luar. Kami akan melakukan operasinya sekarang.”

Ucapan salah seorang perawat membuat Kyuhyun terpaksa melepaskan genggamannya pada Eunhee. Kyuhyun pasrah dan membiarkan para petugas kesehatan membawa istrinya masuk ke dalam ruang operasi. Dengan kedua tangan yang sudah menggendong Daniel, Kyuhyun mengamati tubuh istrinya hingga hilang di balik pintu. Lantas, Kyuhyun membawa Daniel ke kursi tunggu.

Daniel menolak lepas dari gendongan Kyuhyun sehingga Kyuhyun harus memangkunya dengan posisi berhadapan dan menenangkan anak lelakinya yang tengah terisak di dadanya sambil memeluknya kuat-kuat. Tubuh Daniel gemetaran, mungkin trauma melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang Ibu dihantam oleh sebuah truk yang melaju kencang dan terlempar beberapa meter.

Ya, Daniel sedang menemani Eunhee belanja saat kejadiaan nahas itu terjadi.

Dan, Daniel sudah bertindak sangat baik dengan langsung mengabari Kyuhyun.

Kyuhyun memeluk Daniel dan menepuk-nepuk punggungnya lembut. Dibisikinya kalimat-kalimat penghibur dan diberinya kecupan-kecupan kecil di puncak kepala Daniel sehingga tangis Daniel mereda. Tubuh Daniel juga sudah tidak lagi gemetar dan itu membuat Kyuhyun lega.

Daniel melepas pelukannya pada Kyuhyun lalu mengucek-ucek matanya dengan tangan. Saat itulah Kyuhyun baru menyadari kalau anaknya juga terluka; ada luka lecet di telapak tangan Daniel yang memberikan gambaran kemerahan di kulit putih susunya dan darah di pelipis kanannya. Kyuhyun memekik pelan.

“Kau terluka, Sayang?”

Kyuhyun menarik tangan Daniel agar ia bisa melihat dengan lebih jelas. Daniel sampai terkejut dibuatnya. Tapi, untungnya luka itu tidak dalam dan dapat sembuh dengan cepat tanpa meninggalkan bekas.

Kyuhyun juga mengecek pelipis Daniel dan bersyukur kalau itu bukanlah darah anaknya. Mungkin itu darah yang merembes dari kemeja Kyuhyun atau mungkin darah yang didapat saat Daniel mencoba membangunkan ibunya dengan memeluk dan menggoncangkan tubuh Eunhee; manapun itu, tetap saja darah tersebut adalah darah istrinya, darah Eunhee.

Pikiran Kyuhyun yang sempat teralihkan tadi, kini kembali fokus pada Eunhee. Dan, hasil dari hal tersebut adalah kecemasan yang menghantam-hantam dadanya begitu kerasnya. Tanpa sadar, Kyuhyun memeluk Daniel jauh lebih kuat. Namun, tidak cukup kuat sampai membuat Daniel meronta; anaknya itu diam saja seolah paham kalau saat ini Kyuhyun tengah membutuhkan dorongan semangat.

Tiga jam kemudian, lampu merah itu dipadamkan―tanda operasi telah selesai―dan seorang dokter yang menangani Eunhee keluar dari ruangan, masih dengan pakaian operasi yang melekat di tubuh. Kyuhyun segera berdiri menghampiri dengan Daniel di gendongannya. Ayah dan anak itu nampak tegang menunggu hasil.

“Bagaimana kondisi istri dan bayi saya, Dok?”

Kyuhyun tidak tahu apakah ini dipengaruhi oleh kekhawatirannya atau karena hal yang lain, tapi semua seolah berjalan secara lambat. Saat dokter itu membuka maskernya, menggeleng pelan, lalu mengucapkan kalimat yang membuat jantung Kyuhyun berhenti berdetak; saat itulah Kyuhyun merasakan kalau dunianya runtuh seketika.

Daniel, yang sudah menangis histeris meronta-ronta di pelukannya, meminta untuk diturunkan; dan Kyuhyun membiarkan dengan sukarela. Kyuhyun bahkan nyaris menjatuhkan Daniel karena nampaknya Kyuhyun sama sekali tidak sadar dengan apa yang ia lakukan. Daniel segera masuk menemui Eunhee sementara Kyuhyun berdiri di tempatnya dengan tatapan kosong, nampak tidak bertenaga sama sekali.

“Saya turut berduka cita,” kata dokter tersebut penuh empati sembari menepuk pelan pundak Kyuhyun lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun seorang diri.

Lalu, seolah baru tersadar, Kyuhyun menoleh ke arah pintu ruang operasi dan langsung berlari menerobos masuk ke dalam. Masih ada beberapa petugas kesehatan yang berada di sana, tapi mata Kyuhyun hanya tertuju pada sosok istrinya yang terbaring kaku di atas ranjang operasi.

Dengan langkah perlahan, Kyuhyun bergerak mendekat dan berdiri tepat di seberang Daniel. Ditatapnya wajah damai istrinya itu selama beberapa menit sebelum ia mendekatkan telinganya di dada Eunhee; menolak percaya pada garis panjang monoton yang terlihat di elektrokardiograf sehingga ia merasa perlu memastikannya sendiri. Lalu, ketika kenyataan itu menyentaknya, tangisannya pecah seketika. Begitu kuat, begitu hebat.

Kyuhyun tidak lagi memedulikan orang-orang asing yang ada di sekitarnya. Dia memeluk Eunhee erat, membasahi wajah Eunhee dengan air matanya yang menetes-netes deras. Suaranya tertahan, tenggorokannya tercekat.

Kyuhyun tidak berteriak, tidak pula meraung-raung seperti yang Daniel lakukan; anaknya itu merengek meminta Eunhee untuk bangun. Tapi, semua orang yang melihat tahu, semua mengerti; kalau Kyuhyun baru saja mengalami kehancurannya.

Kyuhyun luluh lantak.

Ketika itu, seorang perawat mendatanginya dan seorang bayi mungil yang masih merah diserahkan padanya.

“Anak perempuan yang cantik dan sehat telah lahir. Anak Anda.”

Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana, dia merasa bingung. Setelah mencernanya pelan-pelan, barulah Kyuhyun menerima bayi itu untuk kemudian ia gendong dengan kikuk. Dengan mata yang masih basah, Kyuhyun menatap bayi mungil dalam dekapannya. Kening bayi itu berkerut samar disusul suara tangisnya yang menggema keras. Tangisan bayi itu seakan-akan menujukkan pemahamannya kalau ia baru saja kehilangan sosok seorang ibu.

Kyuhyun mengamati itu semua dalam keadaan linglung sebelum ia ikut menangis bersama bayi tersebut. Dibawanya bayi itu mendekat ke arahnya, dikecupnya pipinya sayang, lalu didekapnya di dadanya; mencoba menenangkan bayinya yang menangis, sekaligus mencari kekuatan.

Bayi ini adalah anak yang dilahirkan Eunhee dengan sisa-sisa perjuangannya, hadiah terakhir dari Eunhee untuk Kyuhyun. Dan, Kyuhyun berjanji bahwa ia akan menjaga dan merawat bayi ini dengan baik, bahwa Kyuhyun akan memainkan peran ibu dengan sempurna sehingga anak-anak mereka tidak merasa kurang suatu apapun, bahwa Kyuhyun akan selalu mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya, buah cintanya dengan Eunhee.

Kyuhyun meneteskan air mata; kali ini gabungan antara perasaan haru dan sedih. Dihampirinya Eunhee dan ditatapnya sekali lagi wajah cantik itu, merekamnya baik-baik di ingatannya. Lalu Kyuhyun mendekatkan wajahnya―sembari menjaga posisi bayinya agar tetap nyaman―dan membisikkan sesuatu di telinga Eunhee. Kemudian, Kyuhyun mengecup bibir dingin Eunhee; lama, penuh perasaan, seakan-akan Kyuhyun sedang mencurahkan seluruh cintanya untuk yang terakhir kalinya.

“Terima kasih untuk segalanya. Aku mencintaimu.”

***

Lagi doyan yang sedih-sedih ditambah ide yang udah melayang-layang sejak lama, jadi dibuatlah cerita ini. Kali ini, aku mengusung tema keluarga dengan pemeran utama anak-anak HyunHee. Dan, sesuai judulnya, aku harap cerita ini juga bisa membangkitkan emosi kalian sehingga kalian ikut tersedu-sedu (kayaknya gagal sih ini) HAHAHA.

Untuk BAB 1, aku gatau mau nge-post kapan. Aku ujian sampai akhir Januari dan liburan semester ini dipakai untuk kegiatan lain. Jadi, kayaknya aku bakal curi-curi waktu biar bisa update nggak lama-lama banget. So, diharapkan kesabarannya, ya. Dan, seperti biasa, kritik dan saran please hehehe sampai jumpa lagi!~^^

Advertisements

49 comments

  1. Ini ngena banget kaka hikssss 😥😥😥
    Sodara aku juga meninggal pas ngelahirin anaknya,, walaupun dia sempet koma bbrp hari. Belom ada 40 hari malah meninggal nya, trs dikasih cerita kaya gini aduh rasanyaaaa…

    Semoga kyuhyun gak nyari pendamping hidup buat ngurusin anak anak nya, semoga dia bisa jadi duda keren ahahah

    1. Innalillahi, turut berduka cita ya. Semoga alm/almh diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan aamiin.

      Nggak kok, Kyu kan setia sama Eunhee WKWKWK. Lagian konfliknya bukan di sana. Ditunggu aja ya hihihi.

  2. Yaaaa ampun
    Tega kamu chingu
    Kamu memisahkan istri n suami
    Ibu n anak2ny
    Kejam kamu ke kita semuaaaaa

    Huaaaaaaaa

    Ga rela tiba2 mati
    Ga ad kabar ga ad cerita
    Tiba2 aja gitu

    Y ampunnnnn

  3. Galau sumpahhhh
    eunhee harus pergi

    Kyuhyun Jadilah Bapak sekaligus ibu buat Daniel sama adek nyaaa

    😭😭😭😭😭😭😭

  4. Hai hai aku readers baru hehehe izin baca yah ^^
    Aduhhh ini FF bener2 sad banget bikin aku nyesekkkk baca nya … sakit kalo ada di posisi kyuhyun dia yg sangat2 mencintai istrinya malah mendapati istri nya yg meninggal karna kecelakaan walaupun dibalik itu semua terlahir bayi mungil duhh nyesek nya disitu bayi mungilnya adalah hadiah terakhir dr istri nya utk kyuhyun.. rasanya campur aduk sedih karna istrinya meninggal tp ada haru bahagia juga karna baby nya bisa selamat .. aduhhh takut nih kalo kyuhyun mencari pendamping atau istri utk menggantikan mendiang istrinya 😭😭 takuttt liat kyuhyun nyari ibu buat anak2 dia ..yakk gak mauuuu 😭😭😭 ditunggu part 1 nya yah ><

    1. Halo, KimKyuuu salam kenaaal. Nggak kok, Kyu cinta mati sama Eunhee jadi dia gaakan nyari pengganti. Lagian konfliknya seputar keluarga dan pemeran utamanya si gadis cantik keluarga cho hehehe sooo ditunggu aja part satu-nya yaaa. Terima kasiiiih

  5. Wow ini syedih sekali
    Tapi cukup penasaran juga gimana selanjutnya kehidupan kyu sama anak anaknya setelah eunhee meninggal
    Tragis bgt kecelakaan saat hamil tua ,astogeh engga kebayang aku -,-
    Alhamdulillahnya anaknya selamat walaupun mama nya meninggal ,anaknya perempuan pula
    Minimal kyu engga nyesek nyesek bgt sih *ehh tapi nyeseg juga deng ~,~

    Btw aku new reader ,izin baca ff lainnya juga ^,^

    1. Hai hai kak anaya. Kyu jadi duren yang pinter ngurus anak. Tapi…*sensor* (gaboleh spoiler).
      Hffthh sudah takdir:( Nggak deng, biar ceritanya sedih aja makanya Eunhee dimatikan XD
      WKWKWK tetep alhamdulillah yeee. Ibaratnya hilang satu, muncul satu gitu hihihi. Btw makasih ya kaaak.

  6. Iseng buka blog-nya Kak Ghina, ternyata ada updatean baru. Dan kali ini, genre-nya menyayat hati begini, duh.
    Aku ikutan sedih bacanya yaampun. Ikut larut sama perasannya Kyu kehilangan Eun-Hee😣😣😣
    Okelah, Kyu bakalan bertransformasi jadi ayah sekaligus ibu buat dua anaknya. Duda keren, nih, wakakak.
    Ditunggu lanjutan ceritanya kak^^

    1. Aku juga nggak sabar pengen nulis Kyu jadi duren WKWKWK. Eh tapi di cerita ini gaada nyeritain gimana kerennya Kyu ngurus anak, soalnya… *sensor* (gaboleh spoiler). Yashhh, harap bersabar yaaa. InsyaAllah dilanjut. Makasih Firaaa

    1. Pas aku liburan insyaAllah mbak wkwkwk. Tapi gatau jugasih, soalnya rencananya pas liburan aku mau penelitian buat nyelesain skripsi aku. Trus ngurus ospek maba juga jadi yaaa jawaban pastinya kalo lagi nggak sibuk WKWKWK. Mohon bersabaarrr ini ujiaaan😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s