First Love (9)

first-love-ghina1Poster: HRa @ PosterChannel

Previous: Bagian 8

I’m completely in love with you

(Kyuhyun’s Side)

.

Flu yang menyerang Kyuhyun membuat tubuhnya mudah lelah dan tidak bertenaga. Belum lagi pusing yang terkadang hilang timbul sehingga konsentrasi Kyuhyun dalam mengerjakan beberapa dokumen ini sedikit buyar.

Jika sudah begitu, Kyuhyun akan berhenti sebentar lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan memijit keningnya pelan. Setelah mendingan, Kyuhyun akan memerbaiki posisi duduknya menjadi tegak lalu membuang napas melalui mulut dengan keras, seolah menyemangati diri; seperti yang sekarang Kyuhyun lakukan.

Kyuhyun hendak melanjutkan kegiatannya tadi ketika pintunya tiba-tiba diketuk. Dengan suara tegas, Kyuhyun mempersilakan orang tersebut―yang ternyata adalah sekretarisnya―masuk.

“Maaf mengganggu waktu Anda, Direktur. Ada seorang wanita yang baru saja datang dan menitipkan ini,” kata Yoonmi sopan lalu meletakkan sekotak makanan yang dibungkus dengan kain berwarna coklat di atas meja kerja Kyuhyun.

“Siapa?” tanya Kyuhyun bingung, merujuk pada orang yang memberikan ini padanya.

Yoonmi menggeleng. “Beliau tidak menyebutkan nama dan langsung pulang.”

Kyuhyun mengerutkan kening, nampak sedang berpikir. Dia hanya dekat dengan dua wanita sekarang; kakaknya dan ibunya. Namun, kalau memang ibunya yang memberikan, seharusnya Yoonmi mengenalinya. Berarti hanya ada satu orang lagi yaitu Cho Ahra.

Yoonmi memang belum pernah bertemu Ahra secara langsung. Selain karena Ahra yang jarang sekali mengunjungi ayah atau dirinya ketika sedang bekerja, kakaknya itu lebih memilih kafe sekitaran kantor jika ingin bertemu, Yoonmi juga sekretaris yang baru direkrut beberapa bulan lalu. Tidak heran jika Yoonmi tidak mengetahui sosok kakak perempuan Kyuhyun.

Setelah menyimpulkannya sendiri, Kyuhyun menggangguk dan menggumamkan terima kasih yang dibalas Yoonmi dengan membungkuk singkat dan keluar dari ruangan. Kyuhyun membuka kotak makan itu dan menemukan berbagai macam menu kesukaannya. Dilihat dari bentuk dan penampilannya, jelas ini bukanlah buatan Ahra; kakaknya itu buruk sekali dalam urusan dapur.

Kyuhyun mengambil ponselnya lalu segera menghubungi nomor Ahra. Dia hanya perlu menunggu beberapa detik saja karena Ahra langsung mengangkatnya. Sepertinya kakaknya itu sedang tidak sibuk.

“Apakah Nuna yang membawakan makanan ini?” tanya Kyuhyun sembari melirik telur gulung yang diletakkan mengapit beberapa kimbab, sungguh menggugah selera.

Jawaban Ahra di sana membuat Kyuhyun mendengus kecil.

Well, terima kasih kalau begitu. Tapi aku sedang tidak berselera. Mulutku terasa pahit,” balas Kyuhyun, membuat Ahra berdecak di ujung sana. Dan, seperti yang sudah-sudah, ceramah Ahra tentang pentingnya kesehatan akan langsung meluncur bebas dari mulutnya.

Kyuhyun ingin sekali mendebat Ahra, seperti yang biasa ia lakukan. Tapi pusing itu menyerangnya kembali dan membuatnya ingin tidur sebentar barang lima menit sebelum ia rapat nanti. Jadi, Kyuhyun hanya mengiyakannya dengan pasrah, membuahkan desahan puas Ahra.

Saat Kyuhyun mau mengucapkan kalimat perpisahan, sambungan terputus. Kyuhyun mengecek ponselnya dan menghela napas mengatahui iPhone gold-nya itu mati kehabisan baterai. Dia pasti lupa mengecasnya kemarin.

Setelah mengobati rindu dengan memandangi kamar Eunhee dari kejauhan, Kyuhyun memang baru pulang pukul tiga pagi. Begitu sampai di rumah, Kyuhyun langsung tepar; sakit dan lelah yang berkumpul menjadi satu membuatnya mudah tertidur.

Lalu hari ini, Kyuhyun harus berangkat pagi-pagi sekali karena ada meeting dengan klien. Telat bangun membuatnya terburu-buru dan melupakan sarapannya. Dengan semua kesibukan itu, Kyuhyun sama sekali tidak kepikiran untuk mengecek daya baterai di ponselnya hingga berakhir mengenaskan begitu.

Kyuhyun membuka laci mejanya, mencari powerbank yang biasa ia simpan di sana. Tapi Kyuhyun harus menelan kekecewaan ketika tidak menemukannya. Kalau begini Kyuhyun terpaksa menunggu hingga selesai rapat nanti, baru Kyuhyun bisa ke parkiran dan mengambil charger yang ia letakkan di mobil.

Bersamaan dengan bunyi laci yang ditutup, pintunya juga diketuk. Yoonmi masuk dan menyampaikan bahwa persiapan rapat sudah sempurna dan bisa segera dilaksanakan. Kyuhyun mengangguk, bangkit berdiri, dan meraih beberapa barang yang sekiranya ia butuhkan. Diikuti oleh Yoonmi yang mengekor di belakang, Kyuhyun berjalan menuju lift khusus. Mereka sampai di ruang rapat tidak lama kemudian.

Tanpa basa-basi, Kyuhyun langsung memulai rapat. Awalnya, semua berjalan lancar; mereka nampak serius dan sangat fokus. Sampai kemudian, tiba-tiba pintu terbanting terbuka, menimbulkan bunyi debaman yang mengejutkan dan menarik perhatian seluruh peserta rapat. Kyuhyun yang tadinya sedang mempresentasikan sesuatu pun menoleh. Bola mata Kyuhyun langsung terbelalak lebar menemukan gadis yang sangat ia rindukan tengah berdiri di sana, menggerakkan matanya liar ke seluruh ruangan, entah mencari siapa.

Saat mereka akhirnya bersisitatap, saat itulah Kyuhyun merasa semuanya menjadi serba instan. Eunhee sudah menubruknya dan memeluknya erat-erat sampai-sampai ia kesulitan untuk bernapas. Belum pulih keterkejutan Kyuhyun dengan perlakuan Eunhee yang mendadak ini, gadis itu malah mengatakan sesuatu yang langsung membuat tubuh Kyuhyun mengejang kaku.

Beruntung, Kyuhyun dapat menguasai diri. Masih dengan posisi Eunhee yang memeluknya, Kyuhyun memohon maaf dan meminta rapat ditunda setengah jam. Mereka nampaknya mengerti dan meninggalkan Kyuhyun berdua dengan Eunhee.

Kyuhyun menyentuh bahu Eunhee, mengisyaratkan Eunhee untuk melepaskan pelukannya agar Kyuhyun bisa melihat Eunhee. Tapi Eunhee menolak dan semakin mengeratkan pelukannya. Tahu bahwa Eunhee sulit sekali dibujuk, Kyuhyun pun membiarkan dan balas memeluk Eunhee.

Hanya sekitar lima menit mereka ada dalam posisi itu karena di menit berikutnya, Eunhee malah melepaskan lingkaran tangannya di pinggang Kyuhyun dan mengambil satu langkah menjauh, memberi jarak pada tubuh mereka. Meskipun begitu, Kyuhyun masih dapat melihat dengan jelas mata Eunhee yang sembab dan agak memerah. Rasa cemas langsung menerjang Kyuhyun.

“Kenapa kau menangis?” tanya Kyuhyun lirih sambil menatap Eunhee khawatir; keningnya berkerut sedangkan sorot matanya menunjukkan kesedihan. Tanpa sadar, Kyuhyun mengulurkan tangan untuk menangkup pipi Eunhee dan membersihkan sisa-sisa air matanya.

Perlakuan lembut Kyuhyun ini membuat mata Eunhee kembali berkaca-kaca. Eunhee menatap Kyuhyun penuh rasa bersalah.

“Maafkan aku,” kata Eunhee dengan suara bergetar, tanda bahwa tangisnya akan meledak lagi. “Maaf karena aku tidak memercayaimu. Maaf karena aku melukaimu dengan sikap dan perkataanku. Maaf karena aku membiarkanmu menderita selama ini dan baru datang sekarang untuk menyelesaikan semuanya. Maafkan aku, Kyu.”

Eunhee terisak, membuat hati Kyuhyun lemas melihatnya. Sekarang Kyuhyun tahu alasan Eunhee rela mengejarnya ke sini dan bahkan mempermalukan dirinya di depan banyak orang. Dan, alasan itu entah kenapa membuat Kyuhyun lega sekaligus tidak suka. Lega karena akhirnya masalah mereka sepertinya akan menemukan titik terang, dan tidak suka karena Eunhee meminta maaf untuk sebuah kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.

“Aku tidak apa-apa, Eunhee-ya,” hibur Kyuhyun lembut. “Kau tidak perlu merasa bersalah. Seharusnya aku yang mengemis maaf darimu karena sudah menyakitimu secara fisik dan psikis. Maafkan aku,” ujar Kyuhyun penuh penyesalan.

Eunhee menggeleng keras. “Aku―yang―salah,” kata Eunhee dengan suara tersendat-sendat. “Aku ter―lalu ego―is. A―ku bahkan mem―buatmu sa―kit.” Tangis Eunhee menjadi semakin keras.

Kyuhyun menghela napas lalu membawa Eunhee duduk di salah satu kursi rapat, sedangkan Kyuhyun mengambil tempat tepat di depan Eunhee sehingga posisi mereka berhadapan. Kyuhyun menunggu sampai Eunhee selesai menangis.

Tak berapa lama, tangisan Eunhee hanya berupa isakan kecil. Lantas Kyuhyun mengambil kesempatan ini untuk menanyakan hal-hal yang berkeliaran di kepalanya pada Eunhee.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sakit?” tanya Kyuhyun penasaran.

Eunhee pun menceritakan pertemuannya dengan Ahra siang ini, termasuk kejadian saat Ahra tanpa sengaja membeberkan segalanya. Saat menjelaskan, Eunhee terlihat menahan tangis. Namun, usahanya itu tidak bertahan lama karena beberapa menit kemudian, tangisannya malah mengambil alih. Eunhee jadi tidak bisa melanjutkan ucapannya.

Kyuhyun terluka mendapati Eunhee seperti ini. Dan, semakin terluka saat menyadari bahwa dialah penyebab Eunhee menangis begini. Padahal Kyuhyun sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan menyakiti Eunhee lagi. Tapi sekarang, Kyuhyun malah membuat Eunhee mengeluarkan air matanya. Eunhee tidak boleh bersedih; apalagi sampai menangisi orang seperti Kyuhyun. Air mata Eunhee terlalu berharga untuk itu.

Kyuhyun meraih salah satu tangan Eunhee lalu menggenggamnya erat.

“Jangan menangis,” ujar Kyuhyun pilu, menarik perhatian Eunhee sehingga gadis itu mendongak menatapnya. “Jangan menangis lagi, Eunhee-ya.”

Eunhee tidak tahu kenapa, tapi mendengar Kyuhyun berucap seperti itu justru membuat air mata Eunhee mengalir semakin deras. Ketulusan yang terdengar dari nada suara Kyuhyun, sekali lagi menghantam ego Eunhee hingga hancur berkeping-keping. Eunhee merasa luar biasa berdosa. Menyakiti lelaki sebaik ini, Eunhee seharusnya tidak melakukannya.

Eunhee mengulurkan tangan untuk menangkup salah satu pipi Kyuhyun sehingga pandangan mereka saling terkunci. Tidak ada yang dilihat Eunhee selain Kyuhyun, begitu pun sebaliknya. Hanya ada Kyuhyun dan Eunhee di sini; sepasangan anak manusia yang sedang berusaha menyelami perasaan mereka masing-masing.

“Aku mencintaimu,” kata Eunhee, tak disangka-sangka.

Kyuhyun sudah mendengarnya tadi; saat Eunhee menerobos masuk. Namun, mendengar Eunhee mengucapkannya lagi dengan posisi mereka yang saling bersitatap seperti ini, menimbulkan sensasi yang berbeda di diri Kyuhyun.

Kyuhyun merasa lumpuh; dia tidak bisa melakukan apapun selain menatap Eunhee, mencari-cari kebohongan di mata hazel itu. Tapi yang Kyuhyun lihat hanya pantulan dirinya, sekaligus pancaran rasa sayang dan cinta yang begitu besar.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun-ah,” ulang Eunhee lagi, seolah ingin memperjelas.

Kyuhyun langsung menerjang Eunhee. Didekapnya Eunhee erat-erat dan diciuminya puncak kepala Eunhee berulangkali. Senyum lebar terbit di bibirnya, diiringi setetes air mata haru yang menuruni pipinya.

Kyuhyun tidak bisa lebih bahagia lagi daripada ini.

Kyuhyun sangat amat bahagia.

***

Rapat yang tertunda kembali dilanjutkan. Jika sebelumnya Kyuhyun tidak perlu berusaha keras untuk fokus, kali ini Kyuhyun harus mengerahkan sekuat tenaga. Konsentrasi Kyuhyun hanya bertahan di satu jam pertama, sedangkan di menit-menit selanjutnya pikiran Kyuhyun mulai melayang-layang.

Kyuhyun tahu dia harus bersikap profesional, tapi kata cinta dari Eunhee itu berdengung-dengung di telinganya dan membuat perasaannya membuncah sehingga ucapan-ucapan yang dilontarkan karyawannya tidak lagi didengarnya dengan baik. Apalagi sekarang Eunhee tengah menunggu di ruangannya, Kyuhyun dibuat semakin tidak sabar.

Beruntung di presentasi terakhir Kyuhyun bisa mengembalikan fokusnya sehingga waktu terasa berjalan semakin cepat. Rapat pun berakhir dengan sukses.

Kyuhyun langsung bangkit berdiri, membalas hormat dari peserta rapat lainnya dengan anggukan kepala singkat, dan menuju lift khusus dengan terburu-buru. Begitu pintu lift terbuka, Kyuhyun melangkah lebar-lebar menuju ruangannya.

Kyuhyun tidak lagi memedulikan Yoonmi yang kesulitan mengikutinya di belakang. Yang ada di pikiran Kyuhyun sekarang adalah secepat mungkin bertemu Eunhee.

“Song Eunhee, aku kem―ba―li.”

Hati Kyuhyun mencelos seketika. Kyuhyun tidak mendapati Eunhee di ruangannya. Ruang kerjanya itu masih sama seperti saat Kyuhyun tinggalkan untuk rapat tadi. Tidak ada tanda-tana keberadaan Eunhee di sana, tidak ada sosok gadis cantik yang begitu Kyuhyun cintai di sana.

Mendadak, Kyuhyun ketakutan. Kyuhyun takut kalau apa yang terjadi tadi hanyalah buah dari ilusinya akibat demam dan rindunya pada Eunhee. Kyuhyun takut kalau semua itu tidak pernah terjadi dan hubungan mereka masih belum mengalami kemajuan sama sekali. Membayangkan hal itu membuat jantung Kyuhyun berdetak tidak keruan. Napas Kyuhyun jadi tersengal-sengal.

Dengan cepat Kyuhyun berbalik, hendak bertanya pada Yoonmi ketika Eunhee muncul di depannya. Eunhee nampak terkejut, begitu pula dengan Kyuhyun. Hanya saja, kekagetan yang Kyuhyun rasakan bagaikan air dingin yang menyirami sekujur tubuhnya; menyebarkan kelegaan di mana-mana.

“Rapatnya sudah selesai?” tanya Eunhee lalu tersenyum tipis.

Bukannya menjawab, Kyuhyun malah menatap Eunhee lekat-lekat. Kyuhyun lantas menyentuhkan jemarinya di pipi Eunhee dengan gerakan seringan bulu dan merasa luar biasa bahagia setelahnya. “Ternyata memang kau. Song Eunhee.”

“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja ini aku. Sedari tadi aku menunggumu di sini. Tapi karena bosan, aku keluar sebentar untuk membeli minuman dan obat untukmu,” jelas Eunhee panjang lebar sembari menunjukkan sekantong karton yang ia tenteng, membuahkan senyum lembut di bibir Kyuhyun. Eunhee meraih pergelangan tangan Kyuhyun.

“Ayo, makan,” katanya lalu menutup pintu di belakangnya dan membawa Kyuhyun duduk di sofa hitam yang ada di ruangan Kyuhyun.

Eunhee bangkit mengambil kotak makan dari atas meja kerja Kyuhyun lalu meletakkannya di hadapan Kyuhyun. Eunhee membantu membuka tutup kotak makan tersebut dan menyiapkan perlatan makan untuk Kyuhyun. Lalu dengan wajah ceria khas seorang Song Eunhee, Eunhee berkata, “Sekarang makanlah.”

Kyuhyun tersenyum melihat perhatian Eunhee. Lelaki itu mengangguk lalu mulai menikmati makanannya. Ditemani oleh Eunhee, membuat nafsu makan Kyuhyun kembali. Kyuhyun berusaha melawan rasa pahit dalam mulutnya dan makan dengan lahap. Kyuhyun tidak ingin membuat Eunhee khawatir, jadi Kyuhyun berusaha menghabiskan semua makanan ini.

“Pelan-pelan, Kyu,” tegur Eunhee saat melihat betapa cepatnya Kyuhyun mengunyah.

Eunhee mengulurkan sebotol jus yang langsung diterima Kyuhyun dengan penuh rasa berterima kasih. Kyuhyun meminumnya seteguk.

“Kau tidak makan?”

Eunhee menggeleng. “Aku sudah makan siang dengan Ahra Eonni.”

Entah mengapa, perut Kyuhyun mendadak terasa kenyang. Kyuhyun meletakkan kotak makannya yang masih tersisa sepertiga, menghabiskan jusnya, meminum obat yang disodorkan Eunhee, dan mengelap mulutnya dengan tisu. Kyuhyun melambaikan tangannya pada Eunhee.

“Kemarilah.” Kyuhyun meminta.

Eunhee mengerutkan keningnya. “Kenapa? Aku nyaman duduk di sini,” balas Eunhee polos.

Kyuhyun tersenyum. Lelaki itu menghampiri Eunhee lalu menggendongnya ala bridal style, membuahkan pekikan kaget dari Eunhee. Namun, Kyuhyun mengabaikannya dan menjatuhkan dirinya di single sofa yang cukup besar dengan Eunhee yang berada dalam pangkuannya.

Mwoya~” rengek Eunhee tidak terima.

Kyuhyun mengetatkan pelukannya di pinggang Eunhee. “Diam, Miss Song. Aku ingin mengisi energi,” ujar Kyuhyun sembari merebahkan kepalanya di pundak Eunhee―posisi duduk Eunhee yang menyamping memudahkan Kyuhyun melakukannya―sehingga Eunhee menurut.

Kyuhyun memejamkan mata, menikmati aroma manis yang menguar dari tubuh Eunhee. Merasa bersyukur karena pada akhirnya, penantian panjang dan kesabarannya yang tak berbatas berbuah manis. Eunhee berada di sisinya, memaafkan kesalahannya, dan membalas perasaannya. Hati Eunhee yang begitu lembut memberikan kesempatan kedua pada Kyuhyun. Dan, Kyuhyun tidak akan pernah menyia-nyiakannya.

“Song Eunhee,” panggil Kyuhyun pelan.

Eunhee membalasnya dengan gumaman singkat. Gerakan tangan Eunhee yang mengelus rambut Kyuhyun tidak terhenti, memberikan rasa nyaman yang menenangkan.

“Terima kasih sudah mau menerimaku dan mencintaiku.”

Bersamaan dengan Kyuhyun yang menegakkan kepalanya dan menatap Eunhee, rupanya Eunhee juga tengah melihatnya. Kyuhyun memberikan senyum sarat akan rasa sayang sebelum memajukan wajahnya, hendak mengecup bibir ranum Eunhee saat Kyuhyun teringat akan virus influenza yang sedang bersarang di tubuhnya. Kyuhyun mengalihkan bibirnya ke kening Eunhee dan memberikan satu kecupan lembut nan hangat di sana. Lalu menempelkan keningnya dengan kening Eunhee, menatap Eunhee dari jarak yang sangat dekat.

“Aku mencintaimu,” katanya lirih, penuh ketulusan.

Eunhee membalasnya dengan sebuah senyuman yang begitu manis. Gadis itu melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun lalu mengecup bibir Kyuhyun, tidak peduli kalau setelah ini Eunhee mungkin memiliki potensi untuk tertular penyakit Kyuhyun. Lantas Eunhee memeluk Kyuhyun dan terkekeh geli mendapati respon berlebihan Kyuhyun; tubuh Kyuhyun mendadak kaku.

Kyuhyun mendecih pelan dan balas memeluk Eunhee. Mereka menikmati kesunyian itu dengan hati yang berbunga-bunga, benar-benar merasa nyaman satu sama lain. Sampai kemudian, Eunhee teringat akan sesuatu; otaknya yang berjalan lambat dalam hal-hal seperti ini benar-benar sangat amat disayangkan.

“Ngomong-ngomong, Kyu. Apa mereka melihatnya?”

Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatap Eunhee bingung. “Apa?”

“Kejadian di ruang rapat, mereka melihatnya?”

“Maksudmu, sewaktu kau menerobos masuk dan memelukku di depan semua orang?”

Eunhee mengangguk keras. Ekspresi Eunhee panik.

“Kita bahkan menjadi tontonan selama beberapa menit,” jelas Kyuhyun santai lalu menyelipkan anak rambut Eunhee, yang mengganggu pandangannya, ke belakang telinga.

Kyuhyun tidak tahu saja kalau Eunhee syok setengah mati mendengar jawabannya. Wajah Eunhee bahkan sudah semerah kepiting rebus. Eunhee menutupi mukanya dengan kedua tangan lalu mengutuki diri, membuat Kyuhyun terkesiap kaget.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Mereka melihatnya, Kyu. Tontonan murahan seperti itu… astaga, harga diriku.”

Eunhee nampak begitu malu sampai-sampai ia hanya menunjukkan salah satu matanya; gadis itu berbicara dengan cara mengintip dari sela-sela jemari tangannya. Tahu bahwa Eunhee akan tetap menutupi wajahnya begitu, Kyuhyun berinisiatif menarik tangan Eunhee dan menggenggamnya, mencegah Eunhee melakukannya untuk kedua kalinya. Kyuhyun menatap Eunhee sayang.

“Tidak apa-apa. Mereka pasti mengerti,” hibur Kyuhyun lembut lalu mengelus pipi Eunhee.

Namun, Eunhee belum bisa tenang. Ini pengalaman pertamanya mempermalukan diri di depan banyak orang dan di hadapan Kyuhyun pula. Rasa-rasanya, Eunhee ingin tenggelam saja.

“Sudahlah, jangan dipikirkan.”

Kyuhyun menyentuhkan telunjuknya di kening Eunhee yang mengerut sehingga kerutan halus itu menghilang. Lalu Kyuhyun merangkul pinggang Eunhee dan menautkan jemarinya di sana.

“Mari berkencan,” ajak Kyuhyun sembari memberikan satu senyuman yang membuat Eunhee terhipnotis. Segala kerisauan Eunhee lenyap seketika, tergantikan dengan anggukan bodoh sebagai jawaban dari permintaan Kyuhyun.

Sepertinya, mereka akan sangat sibuk hari ini.

***

Cho’s Castle, Gangnam

08:12 AM

Sarapan pagi ini terasa berbeda. Selain karena Ahra yang membuat menunya, sebagai latihan menjadi seorang istri, katanya; Kyuhyun juga tidak henti-hentinya tersenyum. Sedari tadi, yang dilakukan Kyuhyun hanya mengunyah, terdiam, lalu tiba-tiba menyengir tidak jelas. Hal ini tentu saja tidak luput dari pandangan Ahra.

Kakaknya itu menyenggol lengannya, membuatnya nyaris memuntahkan minumnya.

“Kau sudah sembuh, ya?” tanya Ahra, tidak memedulikan tatapan sinis Kyuhyun.

“Kurasa begitu,” jawabnya singkat lalu kembali tersenyum seperti orang kerasukan.

“Apa ada sesuatu yang kulewatkan?”

Kyuhyun meletakkan gelas ke atas meja lalu mengelap mulutnya dengan serbet yang tersedia. Dia melakukannya secara perlahan, sengaja membuat Ahra merasa semakin penasaran.

“Ayolah, beritahu aku,” rajuk Ahra tak sabaran.

Kyuhyun di sebelahnya menoleh, membuka mulutnya lebar-lebar seolah akan mengatakan sesuatu. Tapi bukannya bersuara, Kyuhyun malah memasukkan potongan sandwich  ke dalam mulutnya lalu tersenyum sok polos.

Seketika, Ahra cemberut.

“Kau menyebalkan,” teriak Ahra kesal karena Kyuhyun berhasil mengerjainya.

Ayah Kyuhyun tertawa renyah, sedangkan sang Ibu mengulum senyum.

Tiba-tiba, ibunya bersuara, “He’s falling in love.

Selanjutnya yang terdengar adalah pekikan kaget Ahra dan Kyuhyun yang terbatuk-batuk karena salah menelan. Sang Ibu, yang duduk tepat di seberangnya, menyodorkan segelas air yang langsung diteguk Kyuhyun hingga tandas.

Kyuhyun menatap ibunya dengan wajah memerah. “Eomma!” serunya kesal.

“Kenapa? Bukankah itu hal yang wajar? Kau kan sudah dewasa,” balas ibunya dengan nada geli.

Beliau mengedip sekali, dan tanpa memedulikan wajah tertekuk Kyuhyun, sang Ibu melanjutkan makannya dengan tenang, seakan-akan bukan dialah orang yang membuat geger acara makan mereka pagi ini. Raut mukanya puas, nampak senang telah berhasil menggoda putranya.

Sang Ayah yang sedari tadi diam dan memerhatikan, lantas mengeluarkan pendapatnya. “Eomma-mu benar, Kyu. Tidak ada yang aneh dengan hal itu. Hanya kau saja yang terlambat merasakannya,” ejek ayahnya sembari melemparkan high five semu ke Ahra.

Ayah dan anak itu pun terkikik geli.

“Tapi Appa,” ucap Ahra tiba-tiba, baru teringat. “Siapa gadis kurang beruntung itu?”

Kyuhyun nyaris tersedak untuk yang kedua kalinya. Cepat-cepat ditelannya makanan itu lalu diliriknya kakak perempuannya itu dengan sinis. Ahra sendiri tidak dapat melihat respon Kyuhyun karena ia fokus menatap kedua orangtuanya penuh harap. Namun, bukannya menjawab, kedua orangtuanya justru mengerutkan kening ke arahnya.

“Seharusnya kami yang bertanya padamu, Ahra,” balas ayahnya pelan.

Kini, Ahra dibuat kebingungan. “Aku?” tanyanya sembari menunjuk diri sendiri.

Ibunya mengangguk sekali. “Kalian kan sering bertukar cerita.”

Ahra langsung menggeleng kuat-kuat. “Kyuhyun tidak pernah memberitahuku tentang ini.”

Jawaban Ahra membuat tiga pasang mata yang ada di meja makan itu membelalak lebar lalu menoleh pada Kyuhyun secara serempak dengan tatapan menuduh. Ditatap seperti itu oleh seluruh anggota keluarganya membuat Kyuhyun salah tingkah. Kyuhyun mengedipkan matanya beberapa kali lalu memalingkan wajah dan melanjutkan makannya, berpura-pura tidak tahu.

“Kyu,” panggil ibunya pelan.

Kunyahan Kyuhyun terhenti. Dia mendongak menatap sang Ibu. “Ne, Eomma?

“Aku ingin kau memperkenalkan kekasihmu itu pada kami,” ujar ibunya lembut; jenis lembut yang misterius. Ada senyum kecil di sudut bibir sang Ibu yang langsung berganti dengan sorot mata tajam, membuat Kyuhyun merasa kerdil seketika.

“Minggu depan, bawa dia ke pesta ulang tahun perusahaan kita.”

Kyuhyun tersentak dan hendak menyela ketika ibunya berujar lagi dengan tegas.

“Aku tidak menerima penolakan, Kyu.”

Dan, Kyuhyun tahu bahwa tidak ada pilihan baginya selain menurut.

***

Kyuhyun memijat tengkuknya yang terasa kaku setelah menunduk selama hampir tiga jam. Banyaknya pekerjaan yang harus Kyuhyun selesaikan memaksa Kyuhyun berada dalam posisi tidak nyaman seperti itu. Deadline sudah di depan mata, jadi Kyuhyun harus bekerja keras.

Setelah insiden kemarin dan kencan pertama mereka dalam keadaan sudah saling mengetahui perasaan masing-masing, Kyuhyun memang menjadi semakin candu akan sosok Eunhee. Kyuhyun tidak bisa berlama-lama berjauhan dari Eunhee atau Kyuhyun akan menjadi uring-uringan. Seandainya Kyuhyun tidak mengingat betapa besar kerugian perusahaan jika Kyuhyun membolos kerja hari ini, Kyuhyun pasti sudah bersama Eunhee sekarang.

Kyuhyun jadi merindukan Eunhee. Lelaki itu memutar kursinya menghadap jendela besar berbahan kaca yang menampilkan gedung-gedung pencakar langit di Seoul. Lalu Kyuhyun merogoh ponselnya dan menatap lock screen-nya lamat-lamat. Itu adalah foto Eunhee yang Kyuhyun ambil secara diam-diam saat kencan mereka semalam.

10899085_1055312617829056_349625481_n

Kyuhyun tersenyum melihatnya. Di foto itu, Eunhee nampak tidak sadar sedang dipotret. Eunhee sibuk membaca majalah fashion sembari menunggu pesanan mereka datang. Rambut Eunhee yang tadinya digerai, diikat ekor kuda oleh Eunhee dengan alasan rambutnya sudah mulai lepek. Padahal menurut Kyuhyun, Eunhee tampak baik-baik saja. Eunhee masih terlihat begitu memesona dan selalu sempurna.

Kyuhyun begitu sibuk dengan ingatannya sampai-sampai saat nama Eunhee muncul di layar, Kyuhyun merasa kaget. Setelah itu, Kyuhyun mengangkat telepon Eunhee dengan wajah berbinar ceria.

Eo, Eunhee-ya.”

“Kau sedang apa?”

“Memeriksa dokumen di kantor.”

“Kau masuk kerja? Bukankah demammu masih ada?”

Kyuhyun tersenyum. “Aku sudah mendingan. Tidak usah khawatir.”

“Sudah minum obat?”

“Sudah saat makan siang tadi.”

“Vitamin yang kuberikan sudah kau makan?”

Perhatian Eunhee yang begitu besar, membuat tawa kecil Kyuhyun keluar.

“Sudah,” jawab Kyuhyun seperti seorang anak kecil.

“Kenapa tertawa?”

Senyum Kyuhyun melebar hingga deretan giginya terlihat.

“Tidak ada. Hanya saja, aku mencintaimu.”

Ada jeda sejenak di sana. Sepertinya Eunhee terkejut dengan pengakuan Kyuhyun yang selalu serba spontan. Tapi mau bagaimana lagi, Kyuhyun ingin mengucapkan kata cinta itu sebanyak ia mencintai Eunhee, sampai Eunhee mungkin muak mendengarnya.

“Aku tahu. Dan, aku juga mencintaimu.”

Bohong kalau Kyuhyun bilang balasan Eunhee itu tidak berarti apa-apa baginya. Buktinya sekarang Kyuhyun sudah kembali tersenyum-senyum seperti orang bodoh. Kyuhyun bahkan harus mengigit bibir bawahnya agar ia tidak berteriak kegirangan.

“Makan malam bersamaku?” tawar Kyuhyun, tidak ingin hari ini berlalu begitu saja.

“Boleh. Kita bertemu di mana?”

“Aku akan menjemputmu. Kau di rumah sakit, kan?”

“Iya.”

“Tunggu aku, ya. Tepat jam lima aku akan sampai di sana.”

“Baiklah. Hati-hati di jalan.”

Lalu sambungan telepon pun terputus.

Buru-buru Kyuhyun meraih kunci mobil yang ia letakkan di laci dan keluar dari ruangan.

Kyuhyun bertemu Yoonmi di depan yang langsung berdiri dan membungkuk hormat.

“Sudah akan pulang, Direktur?” Yoonmi bertanya dengan sopan.

Kyuhyun mengangguk, masih belum bisa menghilangkan senyum di wajahnya.

“Ya. Aku pergi dulu,” jawab Kyuhyun seadanya lalu masuk ke dalam mobil.

Kyuhyun menekan klakson pada satpam perusahaan yang balas menganggukkan kepalanya. Lantas Kyuhyun menghidupkan radionya agar suasana tidak terlalu sepi.

Kyuhyun mengetukkan telunjutnya pada setir dengan mulut yang bernyanyi mengikuti musik, nampak sangat menikmati. Kyuhyun bahkan tidak terlalu meributkan kemacetan yang seringkali terjadi di jam pulang kantor begini. Kyuhyun begitu rileks. Dan, itu karena Eunhee yang mengubah suasana hatinya menjadi luar biasa baik.

Sesuai perkiraan, Kyuhyun sampai tepat jam lima. Segera Kyuhyun mengambil parkir di tempat yang mudah dilihat oleh Eunhee lalu mengirimkan pesan singkat pada Eunhee.

Aku sudah sampai.

Setelah itu, Kyuhyun menunggu. Rasanya seperti ribuan tahun.

Kyuhyun benar-benar tidak sabar ingin bertemu Eunhee lagi.

Saat sosok Eunhee keluar dari gedung rumah sakit, saat itulah akhirnya Kyuhyun merasa begitu lega. Kyuhyun keluar dari mobil, hendak menghampiri Eunhee yang berdiri beberapa belas meter di depannya. Namun, tiba-tiba terjadi sesuatu tak terduga yang langsung mengusik sisi buruk dalam diri Kyuhyun.

Pipi Eunhee dicium, oleh lelaki yang tidak Kyuhyun kenal.

Mendadak, kecemburuan memenuhi dada Kyuhyun.

TBC

Part selanjutnya, yang sepertinya masih lama lagi di update, adalah ending dan bakalan dikunci. Jadi, siap-siap mantengin ini begitu infonya kalian dapet di fanpage, ya.

Advertisements

105 comments

  1. Cieeeeeee yg kasmaran:D aku yakin kyu kya orang gila yg senyum ** sendiri wkwkkwkw:) siapa laki ** itu jgn bilang itu yoo seungho 😐 baru juga bersatu ada ajah masalah:| , kyu eunhee nikah ghak yah wkwkkwkw:D

  2. aaa akhirnya mereka bisa bersama, senangnyaaa. Romantis banget mereka bikin ngiri. Nggak sabar lihat mereka menikah. Yeay!! Paling suka kalau misalnya kyuhyun dibuat cemburu.

  3. Akhirnya mereka berbaikan juga. Namanya juga org yg sedang falling in love bisa bertindak di luar dugaan dan EunHee melakukan sesuatu yg udh mempermalukan dirinya demi ingin meminta maaf dan juga mengucapkan kata saranghae pd kyu. Wahh keyeenn EunHee, semoga langgeng ya kalian berdua. ga sabar liat endingnya 😍

  4. terimakasih ahra eonni yg tanpa sadar nyeritain kejadian kyu setelah ditinggal eunhee ke milan. seneng deh liat hubungan mereka ada kemajuan

  5. Uuuppsss hahanjir, udah bagus2 kondisi hatinya Kyu, adaaa aja yg ngerusak. Btw siapa yg cium eunhee? Seungho kah?

    Btw aku suka penggunaan bahasanya. Kelihatan memperhatikan kbbi bgt, nyadar waktu kata ‘memesona’ muncul, biasanya author2 masih pake kata ‘mempesona’. Good, suka bgt👍

  6. udah bagus mereka manis-manisan (?)
    itu yg nyium pipinya Eunhee siapa? Seungho ya?
    Kyuhyun gimana abis ini? ngelabrak yg nyium Eunhee atau malah dia pergi?

  7. So sweet. Bacanya sampe senyum senyum gini. Aduh, jadi kaya orang gila gini wkwk.
    Nah loh, itu siapa yg cium pipi eunhee

  8. Akkhhhhh akhirnya mrk bersama hehe kyuhyun sakit ada hikmahnya jg ya, duhhh baru mau seneng2 dikit itu siapa yg nyium eunhee dan bikin kyu cemburu? Wkwk

    Ahaa si kyu ini bikin penasaran keluarganya deh, tp apa iya keluarganya gak tau klo cewe yg deket sama kyu si eunhee kan org tua mrk deket tuh

  9. ihiyyyyy yekannnnnn udah dah gada tembok lagi yg menghalangi hahahaha seneng bgttt astagahhhhhh tp endingnya malah ngakak dong itu baru aja baikan loh hahahaha ini pwnya alasan psikologisnya apa sihhhh kok bingung aku haha

  10. baru aja baikan udah ada aja yang buat marah si kyuhyun. itu mr. yoo kah yang nyium eunhee? ah penasaran bngt

  11. Kyu Itu flu atau thypus? Atau kena malarindu?
    #halah!

    Part yg sukses bikin aku ikutan berbunga2 & senyum2 sendiri yes ikutan deg2an jg…eaaaa 😁

    Apakah si pencuri cium Itu, Sungho?

  12. Bahagia banget kyuhyun setelah pengungkapan eunhee kkkk good job lah semoga bisa sampai ke tahap selanjutnya 😍
    Tapi ehhhh baru aja menikmati rasa fall in love nya udah ada yg mengganggu aja tuh kkkk sabarrrt kyuuuuu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s