I Love You

hug-couple-cute-love

Sungmin melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah yang nyaman. Sekarang tepat pukul dua dini hari dan Sungmin baru menyelesaikan pekerjaannya.

Memiliki profesi sebagai seorang entertainer memang tidak mudah. Sungmin  harus bisa menjaga kesehatan dan staminanya dengan baik jika tidak ingin dianggap sebagai publik figur yang tak profesional. Lagi pula, Sungmin tidak ingin membebani personil Super Junior lainnya jika ia sakit dan terpaksa absen dari segala macam kegiatan grup. Menyusahkan orang lain bukan sikap yang Sungmin sukai.

Sungmin mengusap wajahnya dengan telapak tangan dan menghembuskan napasnya perlahan. Rasanya selalu semelelahkan ini. Jadwal yang harus Sungmin lalui setiap harinya selalu terasa mencekik; berangkat saat subuh dan kembali lewat dari tengah malam. Benar-benar menyisakan waktu tidur yang tak pernah lebih dari empat jam. Begitu seterusnya, berulang-ulang.

Seringkali Sungmin berpikir untuk berhenti dari semua kehidupan palsunya di depan kamera. Akan tetapi, saat memorinya kembali memutar ulang suka duka yang ia alami bersama member, memutar kejadian saat ia bersusah payah mencapai titik tertinggi ini,serta melihat betapa fans begitu mencintainya dan Super Junior, Sungmin sadar bahwa ia belum sanggup jika harus melanjutkan hidup tanpa semua hal itu.

Sungmin melarikan jemarinya pada helaian rambut hitamnya yang menawan dan mulai mengacaknya perlahan. Sesekali menariknya lembut, berharap rasa pusing yang menyerangnya bisa sedikit teratasi. Kakinya melangkah menuju ruang makan dan terkejut mendapati Jinhye tengah sibuk menata berbagai macam makanan di atas meja.

Seharusnya Jinhye sudah bergelung di dalam selimutnya, tapi kenapa istrinya itu masih berkeliaran di sini dan tidak memanfaatkan waktu istirahatnya?

Bodoh, ucap Sungmin dalam hati. Tentu saja dia menunggumu, Lee Sungmin. Dia tahu kalau kau belum menyentuh jatah makan malammu dan berusaha memasakkan ini semua. Tidakkah sikapnya itu cukup manis?

Niat Sungmin untuk mengambil cemilan dan segelas air mineral seketika terbatalkan. Well, Sungmin memang lapar. Tapi rasa laparnya akan Jinhye jauh lebih menggebu.

Jadi, Sungmin memilih menyandarkan punggungnya pada dinding—pembatas antara ruang televisi dan ruang makan—lalu melipat kedua tangannya di depan dada dan memerhatikan Jinhye dengan saksama. Memerhatikan bagaimana wanita yang akan menua bersamanya itu bergerak lincah mengelilingi meja, menghidangkan masakan yang sudah susah payah dibuatnya.

Sungmin memberikan senyum tipis saat mata coklat Jinhye akhirnya bersitatap dengan matanya. Tubuh Jinhye tersentak kaget, sedangkan bola matanya membesar. Respon Jinhye memberi Sungmin kesempatan untuk berjalan mendekat. Kedua tangan Sungmin berada di dalam saku celana sedangkan matanya tidak lepas dari mata Jinhye, mengunci pandangan pada satu objek yang paling memesona.

Sungmin sengaja berlama-lama mengambil setiap langkahnya demi memuaskan penglihatannya dengan wajah Jinhye. Nyaris seharian tidak bertemu membuat Sungmin merindukan Jinhye habis-habisan.

Telepon Sungmin memang berdering setiap dua jam sekali, tapi hal itu terasa sia-sia dan tidak membantu sama sekali. Mendengar suara Jinhye justru membuatnya semakin ingin cepat-cepat kembali ke rumah dan menghabiskan waktu berdua. Jinhye sudah menjadi tempatnya pulang dan selamanya akan terus begitu.

Saat ujung sandal yang Sungmin kenakan menyentuh ujung sandal milik Jinhye, Sungmin menghentikan langkah kakinya. Sungmin sedikit melengkungkan punggungnya ke belakang, meneliti sekujur tubuh Jinhye tanpa ada satupun yang terlewatkan. Tidak ada yang salah, kecuali luka gores  yang masih menyisakan bekas di betis ramping Jinhye.

Sungmin meringis tanpa suara, menegakkan tubuhnya—tidak ada luka baru dan Sungmin bisa benapas lega—lalu mengalihkan tatapannya pada wajah wanita di hadapannya.

Hari ini, Jinhye tampak cantik dalam balutan gaun santai selutut berwarna peach. Rambut ikalnya digulung asal-asalan, menyisakan beberapa helai yang keluar dari ikatannya. Wajahnya bersih tanpa make up, matanya berbinar, dan pipinya memunculkan semburat merah muda, membuatnya nampak seribu kali lebih menggoda.

Sungmin mengulurkan tangannya ke salah satu pipi Jinhye, menempelkan telapaknya di sana, dan mulai menggunakan ibu jarinya untuk mengusap kulit halus wanitanya itu. Tindakannya mendapat sambutan baik—pipi Jinhye semakin memerah, memberi warna pada kulitnya yang memang putih pucat. Tangannya berjalan ke tengkuk Jinhye, menariknya mendekat sebelum melingkarkan lengan yang satunya pada pinggang Jinhye, memeluknya erat.

Sungmin menundukkan kepalanya dan membiarkan hidungnya menyentuh helaian rambut Jinhye. Memejamkan kelopak matanya dan mulai mengambil napas di sana, memenuhi indera penciumannya dengan aroma wanitanya. Seketika, tubuh Sungmin terasa nyaman dan rileks, seolah seluruh rasa lelahnya menguap dan berbaur bersama udara sekitar.

Sungmin menatap Jinhye tanpa sedikitpun melonggarkan rangkulannya. Tangannya yang lain bergerak mengambil sejumput rambut Jinhye, yang berserakan di sekitar tulang rahangnya, lalu menyampirkannya ke belakang telinga. Menangkup pipi Jinhye dengan kedua tangannya, memajukan wajahnya, dan mendaratkan kecupan manis di bibir wanitanya itu.

Sungmin menjauhkan wajahnya dan memandang Jinhye dengan pandangan memuja, seolah wanita itu adalah satu-satunya perempuan yang tersisa di muka bumi ini.

“Hai. Senang bertemu denganmu lagi,” ujar Sungmin serak, sarat akan kerinduan.

Senyum bahagia terlukis di bibir Sungmin sebelum ia kembali meraup bibir Jinhye. Kali ini tidak mau repot-repot menahan perasaannya dan menyerang Jinhye dengan rakus, menumpahkan semua cintanya lewat satu ciuman dalam nan romantis. Sungmin memainkan lidahnya di dalam mulut Jinhye, membuat wanitanya itu melingkarkan kedua tangannya di leher Sungmin agar dapat mengimbangi ciumannya.

Lalu Sungmin menekan punggung Jinhye ke arahnya ,seolah kedekatan mereka belum terasa cukup. Membuat tubuhnya melekat pada Jinhye seperti permen karet.

Dalam hati, Sungmin luar biasa bersyukur sudah dipertemukan dengan Jinhye; wanita yang berhasil menghapuskan kejenuhan dan kesedihannya dalam satu dekapan hangat yang menenangkan. Bersyukur menjadi satu-satunya orang asing yang mendapatkan cinta Jinhye. Bersyukur karena Jinhye memilihnya untuk menjadi suaminya dan bukan orang lain.

Hanya dengan hal itu saja, Sungmin tahu kalau dia tidak akan pernah bahagia menjalani kehidupan rumah tangga jika bukan Jinhye yang menjadi pendampingnya. Sungmin tidak akan merasa sesenang ini dengan hanya melihat wajah seseorang jika itu bukan wanita yang berdiri di hadapannya sekarang.

Dan, Sungmin mencintai wanita ini, wanitanya, istrinya, ibu dari anak-anaknya kelak, Han Jinhye-nya. Sesederhana itu.

As long as I can hold you in my arms,
I want to say it out loud that I love you.
So that the world knows I’m the happiest man.

END

Aku kangen kaliaaaaan. Kangen nulis, kangen blog… Sejujurnya aku tadi mau nulis ff oneshot tapi otak lagi macet. Udah gatau mau nulis apalagi sedangkan blog aku udah banyak sarang laba-labanya dan perlu dibersihkan, jadinya berinisitif bikin ficlet aja. Tapi, gataunya malah gajelas gini. Absurd! HAHAHA~

Oiya, aku emang sukanya bikin narasi panjaaaang dengan dialog sekali atau dua kali. Itu kerasa keren menurut aku *sarap* jadi aku gamau nerima protes soal narasinya ya. Kritik dan saran buat yang lain boleh, tapi untuk yang satu itu dilarang *maksa* (=_=)v Aku buat ff ini sambil dengerin lagunya HowL – Have I Told You. Soalnya itu lagu sweet bangeeeetttt ><~

Engg, ngomong-ngomong, semua yang ada di ff ini merupakan adegan favorit aku. Adegan dimana cowok natap ceweknya seolah menjadikannya satu-satunya, atau adegan cowok ngambil napas di helaian rambut ceweknya, adegan pelukan, adegan ciuman yang yang… lalalala aku suka~ Bodo amat dibilang mainstream, yang penting happy *loh* ~(^.^)~

Advertisements

51 comments

  1. Baca ff mu sayg jdi buat bulan februari penuh cinta.
    Umin oppa kok romanties benget yah. Mw dong di kiss ama umin oppa #dikeplakjinhye
    Gina kngen ma smua ff mu sayg. Trus ff psanan eonni yg sequel na who is he ya klo gk slaha jdulnya kok gk dikau msuk” kin hmmm?
    Eonni benar” pnggemar mu eonni jgak msih ingat ff yg jinhye mw di ajak ama umin ke indonesia. Tpi skarang udh gk nmpak lgi di mna tuh ff mu.
    Di tunggu yah smua ff mu sayg

    1. wah jadi seneng ada yang mau nunggu. aku juga mau di kiss sama tiiiiiiit *sensor* hahaha. eon, maafin aku. ff lanjutan dari Who Is He udah aku hapus. aku baru ingat sewaktu aku memutuskan untuk pindah blog, ff yang menurut aku hancur aku buang jauh-jauh. jadi sekarang udah gaada, habis tak bersisa. eonni maafkan adikmu yang jahat ini 😦

      nah kalo ff tentang indonesia kayaknya masih ada. tapi aku gatau juga. berdoa aja semoga ff itu ga senasib dengan ff lainnya. aku lupa soalnya. eonni aku bener-bener minta maaf. soriiiiiii ><

      1. tak ape” sayang. tpi berhenti blang ff mu abal”, drimu berbakat sayg.

        klo ff tentang indonesia itu masih ada publikkan yah.
        kekekeke
        n kemana saja dirimu kenapa baru nampak sekarang?

  2. kyaaaa ada sunghye lagi >_< !!!
    seperti biasa, aku selalu suka tulisanmu un…
    aaahhhh, makin cinta sama ming ♥♥♥

    keep writing unni, aku selalu nunggu karya-karya tulisanmu ^^

    1. kamu cinta sama tulisanku? *mendadak syok* dan makin cinta sama umin gegara ff ini? sama aku engga? .___. okeee lupakan.

      aaaa senengnya ada yang suka sama tulisan aku. terimakasih sayang~

    1. aku juga mau eon diperlakukan kayak gitu. sama kyuhyun, sama doi itu… HAHAHAHA.

      aku juga kangen eoooon 😦 ff yeye ya hmm nanti dipikirkan kembali.

    1. kamu bilang comeback gitu menyadarkan aku kalo aku udah vakum selama beberapa minggu 😦 ih sad ending enak tau *digeplak* oke oke saran sedang dipertimbangkan. makasih ya 🙂

    1. serasa artis ya ada comebacknya HAHAHAHA. kok bisa? aku malah mikir ini ff biasa aja hihihi. yakin mau nunggu ff aku lainnya? yaudah yang sabar ya kkk. makasih amalya ^^

      1. Aku bakal sabar koq ghin nunggu FF kamu. Tapi jangan sampe bikin aku jamuran yaa ?? Wkwk
        iya sama-sama ghina

  3. Waaah, sweet banget>< aku juga mau di cium *ehh
    Suka sama semua ff yang kamu buat, fighting! Ditunggu ff selanjutnya yaa({})

  4. Yup yg mainstream macam yg diatas itu tuh yg sebenernya adegan yg paling disukai semua org..
    Have I told u memang romntis bgt arti lagunya… Dramanya jg keren kan.. Princess Hours gtu..

    1. iyakaaaaan~ bener banget, lagunya romantis sekali. ngomong-ngomong lagu itu bukan ost drama princess hours tapi drama playful kiss 🙂

  5. EHEE ! ini diaaa akhir nya unyu-unyuk mereka berdua wkwkwk ,Pendek tapi okee lah ❤ kangen deh mereka yang begini inii !! Bikin yang lebih panjang yaw hihii..

    Nextt stop yaw ^^ i'm waiting..

    1. aku juga kangen mereka beradegan unyu-unyu menjijikkam begini hahaha. nanti deh kalo ga males dibikin yang lebih over sweetnya. makasih ^^

  6. hwaa… baru baca… -_- *kudet* lumayanlah buat ngilangin beban mau UKK… hehehe
    simple tapi dpet bingit… kayak Sungminnya didepan mataku sendiri… pake’ bju putih, celana hitam… bla…bla…bla,., hahaha *stres*

  7. sweet banget.
    pengen jd han jinhye.
    tetap semangat min.
    aq pembaca baru nich tp lngsng baca semua ffnya ampe ga tidur.
    hehehehe

  8. Ow…br kali ini baca cerita,yg simple,manis dan berkesan,meski ga terlalu banyak percakapan yg terjadi,ffnya bgs kak,salam kenal ya

  9. bayangin ini kehidupan sungmin setelah menikah….
    manis bgt… sehat2 ya oppa,bahagialah….
    pilihanmu yg terbaik.

    ahhhhh satuember mutusin untuk nikah…belum sipa lahir batin di tinggal nikah ama yg lain..
    jangan….trutama kyuhyun jangan….

    aku ga rela di dua in ama madu asli…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s