Personal Assistant

 

sung_min_super_junior_518856-9

“Jinhye-ya, kau dimana?”

Jinhye menutup telinganya rapat-rapat. Suara teriakan yang mampu menghancurkan fungsi salah satu inderanya  itu sudah seringkali ia dengar semenjak pria yang berstatus menjadi suaminya itu mengalami kecelakaan kecil dan menyebabkan pergelangan kakinya mengalami sedikit pergeseran tulang. Dan hal itu sudah berlangsung semalaman. Sialnya, tak pernah sekalipun ia absen meneriakkan nama istrinya. Entah itu untuk meminta pertolongan atau hanya sekedar menjahili gadisnya yang memang memiliki temperamen tinggi.

“Yak! Kau dimana? Aish, aku sudah tidak tahan.”

Gadis itu meletakkan pisau yang ia gunakan untuk memotong buah keatas meja dapur. Lantas melepaskan apron yang melekat ditubuhnya dan berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri pria itu di kamar. Sesampainya disana ia bisa melihat Sungmin tengah duduk diatas ranjang dengan wajah pucat.  Wajah tampan suaminya kini berubah menjadi menyeramkan. Keringat dingin mengalir dari pelipis pria itu, sedangkan kedua matanya tertutup rapat. Dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat seolah menahan sakit yang amat menyiksa.

Mendadak, kekesalan yang sempat melingkupi dirinya menguap entah kemana. Kekhawatiran kini menguasi perasaannya. Dia menghampiri pria itu, membanting pintu kamar sehingga terdengar bunyi yang sangat keras. Mengguncangkan bahu suaminya yang kini nampak tak berdaya.

Astaga, ada apa dengan pria itu?

“Kau kenapa? Yak! Jawab aku!”

“Ak—aku…” ucap pria itu dengan suara terbata sembari memegangi perutnya.

Gadis itu menjadi semakin panik. “Apa yang sakit? Dimana? Beritahu aku sekarang!”

Dia memang tidak pandai mengontrol emosinya dengan baik. Ditambah dengan situasi yang sangat membingungkan seperti ini, siapapun tidak akan bisa tenang. Suaminya sedang kesakitan dan ia tidak tahu penyebabnya. Sebagai seorang istri, dia ingin melakukannya dengan benar dan tepat. Jadi dia bisa memberikan pertolongan pertama yang sesuai sehingga pria itu bisa diselamatkan. Maka dari itu, jangan menyalahkannya jika ia berteriak pada suaminya tadi. Ia sedang panik sekarang. Amat sangat panik.

Wajah suaminya yang pucat dan dipenuhi keringat mendongak menatapnya. Tatapan matanya terlihat memelas, membuat siapapun yang melihatnya tidak akan tega untuk menolak. Salah satu tangannya yang berada diatas perut terjulur, menyentuhkannya pada pipi gadis itu dan mengelusnya dengan lembut. Dia memajukan tubuhnya sehingga ia bisa memeluk istrinya dengan leluasa. Sengaja membiarkan dagunya jatuh tepat diatas bahu kiri gadis itu. Hidungnya menghirup aroma sampo gadis itu selama beberapa saat, sebelum kepalanya bergerak. Berhenti ketika mulutnya berada di sebelah telinga kiri gadisnya.

“Aku ingin buang air kecil.”

Pria itu mengucapkannya dengan sangat lirih. Seolah tenaganya sudah tersedot habis, berbaur dengan udara yang ada disekitarnya. Tapi hal itu tak mengurangi keterkejutan istrinya. Gadis itu lantas melepaskan pelukan mereka dan memberikan tatapan sangarnya pada pria sok polos dan tak tahu malu dihadapannya.

“Ap—apa?” Dia sudah panik setengah mati dan nyaris jantungan tadi. Bahkan dia hampir menangis. Dan apa yang dikatakan pria itu? Buang air kecil? Nampaknya suami kesayangannya itu sudah bosan hidup. Apa dia ingin merasakan bagaimana meja nakas mencium wajah tampannya, hah? Aish!

“Ayolah, aku sudah tak tahan.”

Kemarahannya sudah berada di ubun-ubun.

“SILHEO!” teriak gadis itu dengan suara yang sangat keras, membuat pria dihadapannya terpaksa harus menutup kedua telinganya rapat-rapat. Dia mendorong tubuh Sungmin menjauh darinya dan turun dari ranjang.

“Yak, Lee Jinhye. Kau mau kemana, hah?”

Gadis itu menghentikan langkahnya menuju pintu. Dia membalikkan tubuhnya dan menatap pria itu dengan wajah memerah menahan kesal. “Mengambil pisau dan mencincang tubuh gendutmu itu,” jelas-jelas kalimat itu ia lontarkan karena merasa tertipu. Tapi tetap saja mampu membuat Sungmin merasa ketakutan.

“Oke, maafkan aku. Aku hanya bercanda tadi.”

“Bercanda kau bilang?” Gadis itu lalu mendengus, “Bahkan itu sama sekali tak lucu.”

Gadis itu berbalik dan hendak melanjutkan langkahnya saat sebuah suara menginterupsinya.

“Sebesar apapun marahmu padaku, kau tetap harus menolongku. Bagaimana aku bisa ke kamar mandi jika turun dari ranjang saja aku sudah kesusahan. Sungguh, aku benar-benar ingin buang air kecil.” Pria itu mengucapkannya dengan suara memohon. Nampak sekali kalau dia benar-benar membutuhkan bantuan istrinya. Sungmin ingin melakukan kegiatan pribadinya, itu tidak bohong.

Jinhye luluh. Suaminya tidak pernah memohon jika bukan untuk sesuatu yang terasa sangat penting. Dan alasan yang diutarakannya tadi tentu saja masuk dalam kategori tersebut. Gadis itu memutar arah dan berhenti tepat dihadapan suaminya. Dia mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Sungmin turun dari ranjang. Tentu saja diterima pria itu tanpa ragu dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya. Sungmin melingkarkan salah satu tangannya di pinggang ramping istrinya, sedangkan gadis itu memegangi bahu Sungmin. Menuntun dan menjaga keseimbangan pria itu.

Pria itu melirik istrinya yang sedang sibuk melihat langkah kakinya. Merasa bersyukur dalam hati karena memiliki seorang pendamping hidup yang selalu menemaninya dalam suka dan duka. Meskipun dia dengan kurang ajarnya seringkali menyalahgunakan kebaikan hati gadisnya demi kesenangan pribadi. Yah, mau bagaimana lagi. Menggoda dan mengganggu istrinya itu salah satu hobi yang ia lakukan jika sudah berada di rumah. Kalau sudah kebiasaan tentu akan sulit dihilangkan, kan?

Dia masih memperhatikan gadisnya sebelum rencana busuk mendadak hinggap di otaknya. Sepertinya ini akan menjadi sangat menyenangkan.

“Ngomong-ngomong, ini sudah keberapa kalinya kau membantuku dikamar mandi?”

Gadis itu menolehkan kepalanya, sedikit mendongak untuk menatap tepat di manik mata suaminya. Kerutan halus tercipta di keningnya yang putih mulus. “Apa maksudmu?” tanyanya penasaran tapi penuh dengan kehati-hatian. Bagaimanapun juga pria dihadapannya adalah makhluk unik yang diciptakan Tuhan sebagai pendamping hidupnya dengan kelebihan luar biasa, yaitu menjungkirbalikkan perasaannya hanya dalam waktu sepersekian detik.

“Oh, Jinhye-ku sungguh pandai berpura-pura polos.”

“Terserah. Berhenti menggodaku.”

“Astaga, kau benar-benar tak mengerti?”

“Diam.”

“Perlu kuperjelas?”

“Aku tidak butuh.”

“Tentu saja kau butuh. Maksudku, ini sudah kesekian kalinya kau membantuku buang air kecil dikamar mandi. Oh tidak hanya itu, kau juga sering menemaniku melakukan ‘kegiatan pribadi’ disana. Itu artinya kau sudah sering melihat sesuatu di dalam cela—”

Gadis itu memotong dengan cepat. “Cukup jelas. Terima kasih.”

“Apa istriku sedang malu sekarang?”

Jinhye hanya diam. Tapi Sungmin bisa melihat wajah istrinya yang putih bersih kini sudah memerah.

“Santai saja. Bukankah kita sudah sering melakukannya?”

Dan sebuah jitakan keras mendarat di kepalanya.

.

.

.

Anggap aja ini sebuah selingan sebelum aku ngepost ff yang lain ^^ Hanya dibuat dalam waktu sejam jadi harap maklum kalau ceritanya luar biasa amburadul dan ehem sedikit menjurus ke hal-hal… begitulah (=_=)v

Advertisements

23 comments

  1. Waww sesering apaa yaa ? :O Sungmin sakit-sakit masihh aja mesum emang penyakit cowo -.- wkwkwk … Jadi Sungmin buang air kecil ato melakukan kegiatan pribadi ? ._. Mau dong liat juga .. ngahahaha ..>:) akhir nya ada SungHye baruuu u.u !

    Good Job Author ^^ Fighting

  2. tararara~~ aku balik lagi XD
    ini koplak sekali, sungmin bisa-bisanya ngejahilin jihye
    ga dibantuin jihye lagi baru tau rasa tuh, eh tapi jihye kayanya seneng-seneng aja deh ya ngebantuin sungmin “itu” (?) *itu apaan -_-* XD

  3. wkwkwkwkwk… kirain si sungminnya sakit perut atau apalah g taunya malah mau buang air kecil.. ckckck.. padahal jinhye udh panik bgt tu. keren2. hehehehe… keep writting saeng. lanjutkan imajinasimu… 😀

  4. sumpah baca ini. pengen ketawa melulu.
    sungmin jahil amat yah. atau jangan – jangan sungmin lagi pinjem setan ny kyu yah. jadi dia bisa mengajihilin istri ny sendiri.

  5. Q kirain tdi msih panjang thor.. eh ternyata udah selesai..
    Hahaha.. sungmin baik bgt.. smpek istriny slalu d jail in (?)
    Klo gitu sih.. q jga mw jdi istri sungmin..
    #d plototin hae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s